<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ASYARO G KAHEAN</title>
	<atom:link href="http://asyarokahean.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asyarokahean.wordpress.com</link>
	<description>Hidup Untuk Ibadah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 May 2011 08:37:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asyarokahean.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ASYARO G KAHEAN</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asyarokahean.wordpress.com/osd.xml" title="ASYARO G KAHEAN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asyarokahean.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 4.1)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/09/08/192/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/09/08/192/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 14:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[4. TAK SEKADAR BERTEORI (1) FAUNA MELANJUTKAN pendidikan ke SMA Negeri I Serang. Di lembaga pendidikan negeri ini, gejolak jiwa kepetualangannya makin menggelora. Untunglah jika kesadaran dirinya lebih kuat, sehingga kemauan untuk belajar di kelas dapat terlaksana dengan baik. Sekurang-kurangnya, hal yang membikin jiwa kepetualangan Fauna begitu menggelora disebabkan bahwa secara diam-diam ia telah menjatuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=192&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>4. TAK SEKADAR BERTEORI (1)</strong></p>
<p>FAUNA MELANJUTKAN pendidikan ke SMA Negeri I Serang. Di lembaga pendidikan negeri ini, gejolak jiwa kepetualangannya makin menggelora. Untunglah jika kesadaran dirinya lebih kuat, sehingga kemauan untuk belajar di kelas dapat terlaksana dengan baik.<img class="alignright size-full wp-image-193" title="cover fauna fb" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/09/cover-fauna-fb.jpg?w=130&#038;h=99" alt="cover fauna fb" width="130" height="99" /></p>
<p>Sekurang-kurangnya, hal yang membikin jiwa kepetualangan Fauna begitu menggelora disebabkan bahwa secara diam-diam ia telah menjatuhkan pilihan! Ya, pilihan. Pilihan itu untuk menguatkan obsesi bahwa ia ingin berkeliling dunia dengan kendaraan sepeda. Ya, sepeda!</p>
<p>Sepeda, salah satu alat transportasi yang super hemat lagi menyehatkan. Begitu pandangan awal Fauna. Mengendarai sepeda, yang paling dibutuhkan adalah kemahiran dan tenaga.</p>
<p><span id="more-192"></span>Untuk memperoleh kemahiran yang dibutuhkan bersepeda sesering mungkin agar keseimbangan di atas sepeda terlatih dan terjaga selalu (terlatih secara instingtif).</p>
<p>Sedangkan untuk tetap bertenaga, diperlukan cara untuk mengatur stamina sehingga tubuh tidak mudah lelah, sehat selalu, dan tetap bugar.  Berarti, ketahanan tubuh perlu diuji. Berarti pula, berlatih menjadi kuncinya. Begitulah kira-kira teori dia.</p>
<p>Meski niatnya makin kuat hendak keliling dunia, namun Fauna mengira bahwa untuk mewujudkannya tidaklah gampang. Selain fisik dan mental dari diri sendiri, namun juga dukungan luar diri terutama ayah dan ibu harus diperoleh.</p>
<p>Belum lagi untuk melintasi luar negeri mesti dilengkapi surat-perjalanan. Hal lainnya masalah kebahasaan yang harus dikuasai karena sebagai alat komunikasi.</p>
<p>Tantangan-tantangan lain tentu masih banyak lagi. Fauna yang masih tergolong remaja itu sadar, bahwa tak semua orang akan mudah percaya dengan obsesinya.</p>
<p>Apalagi, niat Fauna keliling dunia dengan transportasi sepeda. Hal ini menurut Fauna akan dipandang orang tidak tepat bahkan dianggap sebagai ide gila.</p>
<p>Hal semacam itulah yang kemudian menjadi beban tersendiri dalam kalbu Fauna. Oleh karenanya, untuk sementara waktu, keinginan itu dipendamnya dalam-dalam di lubuk kalbu sendiri. Namun, diam-diam di kala senggang alias libur sekolah, Fauna mencari pengalaman dan pengetahuan melalui kedutaan-kedutaan besar luar negeri di Jakarta dan beberapa kantor radio asing baik perwakilannya di Jakarta maupun langsung berkirim surat ke kantor pusat.</p>
<div id="attachment_194" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-194 " title="PETA2" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/09/peta2.jpg?w=300&#038;h=207" alt="Gambar Peta" width="300" height="207" /><p class="wp-caption-text">Gampab peta antara lain yang seperti ini yang diproleh Fauna dari kedubes asing di Jakarta</p></div>
<p>Dari beberapa kantor kedutaan dan kantor stasiun radio asing, Fauna memperoleh buku, brosure, foto-foto, gambar-gambar serta peta, dan profile suatu negara asing.</p>
<p>Hal itu dipelajarinya dengan cermat. Hal-hal yang dianggap penting pun dihafalnya. Sedangkan berkas-berkas yang juga dianggap penting disimpanya pada sebuah file map untuk dijadikan bekal dasar dalam misi around the world (keliling dunia).</p>
<p>Mengenai kendaraan untuk mewujudkan impian mengitari bumi memang telah ditentukan oleh Fauna yakni sepeda. Akan tetapi, ia tidak ingin mengorbankan sekolah. Ia ingin menamatkan SMA karena ini sebagai salah satu bukti penghormatan kepada kedua orang tua.</p>
<p>Ya! Pernah disinyalkan sang ayah yaitu Pak Sukra Prawira kepada Fauna bahwa paling tidak anak-anak dalam keluarga ini serendah-rendahnya harus lulus SLTA.</p>
<p>Fauna sangat menjunjung tinggi perihal pendidikan tersebut. Oleh karenanya, ia belum mau mengutarakan obsesinya untuk keliling dunia kepada ayah, ibu, dan keluarga lainnya. Bahkan, untuk mematangkan teori bersepeda, ia belum mau menunjukkan sesuatu yang mengesankan kepada bentu-bentuk misi around the world. Tunggu saja setelah tamat SMA, desis dia.</p>
<p>Fauna, adalah sosok seorang remaja yang tergolong patuh kepada kedua orang tua. Karena itulah mungkin, kenapa dia kemudian sama sekali tidak berniat mengecewakan keduanya. Ia bahkan merasa tak sampai hati manakala ayah ibunya merasa kecewa pada dirinya.</p>
<p>Oleh sebab itulah, sebesar apapun obsesi yang sudah bersemayam di kalbu, ia berupaya menekannya sekuat daya. Untuk sementara, obsesi berkeliling dunia itupun dijadikan Fauna bagian dari cita-cita.</p>
<p>Dengan menempatkan obsesi sebagai bagian cita-cita, justru Fauna seakan memdapatkan kemampuan baru untuk mengutamakan pelajaran-pelajaran sekolah. Lambat laun, hal ini menjadi pendorong baginya untuk lebih cepat memahami pelajaran yang diterangkan bapak-ibu guru di kelasnya. Utamanya dalam hal pelajaran Bahasa Inggris dan Geografi.</p>
<p>Selama ini, Fauna sudah paham bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional.  Apa bila mampu berbahasa Inggris, tentu akan memudahkan komunikasi dengan orang lain di negara manapun.</p>
<p>Begitulah Fauna berpendapat. Oleh karenanya pula, berbicara menggunakan bahasa Inggris dirasakannya makin penting saja. Bukankah Fauna diam-diam telah menetapkan niat untuk melakukan perjalanan panjang melintasi berbagai negara di dunia?</p>
<p>Pada sisi lain, Fauna memang semakin gemar bersepeda. Ia tak pernah khawatir bila sewaktu-waktu sepedanya mengalami kerusakan dalam perjalanan. Ia yakin, bekalnya di bengkel sepeda Pak Memed doeloe telah membuatnya mampu membetulkan sepeda bila misalnya sepedanya mengalami kerusakan.</p>
<p>Sejak kelas empat SD Fauna sudah menimba pengetahuan tentang memperbaiki sepeda. Pengalaman itu, ia pikir sudah cukup menjadi salah satu bekal di perjalanan, sekalipun kelak menempuh perjalanan panjang mengelilingi dunia.</p>
<p>Hari-hari libur sekolah, kalau kebetulan kegiatan kepramukaan sedang kosong, menjadi waktu yang dinanti-nanti Fauna. Ia ingin mengayuh sepedanya dalam rangka menjajal ketahanan fisik, sekaligus melakukan perhitungan berdasarkan kemampuan dan kecepatan laju sepeda yang ditungganginya. Untuk melatih kemahiran, sudah pasti lha yaw….!</p>
<p>Dalam rangka itu ia ingin bersepeda ke luar dari Kota Serang. Ia bahkan ingin menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilo meter. Kalau hanya mengitari kota sudah sangat sering dilakukan Fauna pada hari Minggu pagi atau tatkala jalan sore-sore.</p>
<div id="attachment_195" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-195 " title="MAKAM" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/09/makam.jpg?w=300&#038;h=184" alt="Lintasan" width="300" height="184" /><p class="wp-caption-text">Salah satu lintasan berlatih Fauna di Kota Serang dalam rangka mengetahui jarak tempuh</p></div>
<p>Cukup sudah berlatih dalam kota. Kini keinginannya menjelajah ke luar kota walau belum terlalu jauh, seperti Pantai Merak, Pantai Anyer, Pantai Carita, dan memutar ke Labuhan Pandeglang atau sekalian ke Jakarta yang jarak tempuhnya mencapai 200 km pergi dan pulang.</p>
<p>Memasuki liburan semester pertama kelas satu SMA, mulailah Fauna mendalami pelajaran geografi, khususnya berkaitan dengan gambar-gambar peta. Gambar peta Kabupaten Serang, Propinsi Jawa Barat, dan Propinsi DKI Jakarta, mulailah ia hitung-hitung jarak kilometernya.</p>
<p>Biasanya, dalam gambar sebuah peta wilayah, ditemukan skala yang berfungsi sebagai informasi pengukuran jarak antar daerah atau luas suatu wilayah. Misalnya, gambar peta berskala 1 : 1.000 (satu banding seribu), 1 : 10.000 (satu banding sepuluh ribu), 1 : 1.00.000 (satu banding seratus ribu), 1 : 1.000.000 (satu banding satu juta) dan sebagainya.</p>
<p>Bersambung ke 4. Tak Sekadar Berteori (2)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=192&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/09/08/192/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/09/cover-fauna-fb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover fauna fb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/09/peta2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">PETA2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/09/makam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MAKAM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 3.2)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/19/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-3-2/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/19/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-3-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 10:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[3 Menjiwai Kepramukaan (2) Salah satu kegiatan yang dipandang Fauna akan dapat membantu demi terwujudnya impian itu adalah kepramukaan. Kegiatan ekstra kurikuler terkait sekolah ini, ia rasa-rasakan begitu dekat dengan kehidupan sosial generasi muda, kebangsaan, cinta alam, keberanian demi kebenaran, termasuk tentang kepetualangan di alam lepas. Disebabkan pandangan demikian, akhirnya Fauna tidak ingin absen dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=177&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>3<br />
Menjiwai Kepramukaan (2)<br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;">Salah satu kegiatan yang dipandang Fauna akan dapat membantu demi terwujudnya impian itu adalah kepramukaan. Kegiatan ekstra kurikuler terkait sekolah ini, ia rasa-rasakan begitu dekat dengan kehidupan sosial generasi muda, kebangsaan, cinta alam, keberanian demi kebenaran, termasuk tentang kepetualangan di alam lepas. <img class="alignright size-thumbnail wp-image-178" title="cover-alt-copy1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy14.jpg?w=150&#038;h=115" alt="cover-alt-copy1" width="150" height="115" /></p>
<p style="text-align:left;">Disebabkan pandangan demikian, akhirnya Fauna tidak ingin absen dalam kegiatan pramuka.</p>
<p style="text-align:left;">Masa-masa di Tingkat Siaga dan Penggalang pada Pramuka di Gugus Depan 02/07 yang bermarkas di sekolahnya, Fauna belumlah terlalu menghayati makna yang terkandung dalam kepramukaan. Meski begitu, semenjak mengenal kepramukaan enam atau tujuh tahun silam (saat SD), jiwa kemandirian Fauna telah tumbuh dalam kehidupannya sehari-hari.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-177"></span></p>
<p style="text-align:left;">Fauna, tak lagi bermanja-manja dan merengek-rengek untuk mendapatkan uang jajan. Akan tetapi, ia sudah mampu berusaha untuk mencari uang jajan sendiri, sekaligus mampu membayar iuran pramuka dan sebagian kebutuhan sekolahnya tanpa meminta uang orang tuanya.</p>
<p style="text-align:left;">Setelah lulus SMP —sebagai Penegak dalam anggota pramuka— makna yang terkandung dalam kegiatan kepramukaan telah mampu dihayati Fauna secara lebih dalam.</p>
<p style="text-align:left;">Kepramukaan, telah dirasakannya sebagai kegiatan yang menyenangkan. Bahkan, acara-acara kepanduan rasanya sesuai dengan perkembangan jiwa remaja dan rasa kebangsaan, serta ditemukan suatu keinginan untuk belajar berpetualang di alam terbuka seperti  acara mencari jejak dan berkemah.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignright size-full wp-image-182" title="logo pramuka" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/logo-pramuka.jpg?w=91&#038;h=89" alt="logo pramuka" width="91" height="89" />Mulai saat itulah Fauna merasa sangat suka bahkan cenderung berharap agar mendapatkan tugas dari kakak-kakak yang lebih senior di gugus depan pramukanya. Ia tak memilih-pilih tugas yang diberikan. Bagaimanapun beratnya tugas yang diembankan, Fauna berusaha keras mengerjakan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.</p>
<p style="text-align:left;">“Saya malah kadang sedih, kalau tidak memperoleh tugas dari yang lebih senior. Apalagi kalau sampai saya dinilai tidak mampu padahal tugas itu belum diberikan. Wah, rasanya saya terhina dan malu sekali,” tukas Fauna.</p>
<p style="text-align:left;">Oleh karena itu, Fauna kemudian berusaha terus untuk aktif baik di gugus maupun sering-sering berkunjung ke kwartir ranting (kwaran) bahkan kwartir cabang (kwarcab). Keaktivan ini dimaksudkan Fauna agar ia selalu memperoleh tugas.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam tugas apapun di kepramukaan, merupakan syarat bagi anggota pramuka dalam rangka mencapai tingkat kemahiran, termasuk mengisi penuh SKU (Syarat Kecakapan Umum). Ia menjadi senang bila dapat tugas, dan dirasakannya sebagai tantangan yang harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align:left;">Tantangan dalam kegiatan pramuka, bahkan dirasakan Fauna begitu terbuka. “Banyaknya tantangan itulah yang membuat saya semakin menyenangi kepanduan,” ungkap Fauna.</p>
<p style="text-align:left;">Kemudian ia bertutur, seberat apapun tantangan, sebagai anggota pramuka dirinya harus siap mencari jalan keluar dengan selamat. Alasan dia, secara kepribadian anak pramuka itu dididik sebagai insan yang pantang menyerah.</p>
<p style="text-align:left;">Lantas, Fauna pun berkisah bahwa dalam cerita-cerita kepetualangan anak manusia, sikap pantang menyerah itu adalah bagian terpenting. Pada bagian lain, sikap pantang menyerah harus diiringi dengan strategi yang tepat serta disiplin yang ketat.</p>
<p style="text-align:left;">“Tanpa strategi dan disiplin dalam menghadapi tantangan, apa jadinya?” cetus Fauna.</p>
<p style="text-align:left;">Bila telah berbicara strategi, menurut pandangan Fauna, berarti yang tidak boleh ditinggalkan adalah berpikir cepat dan cermat untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat dan selamat. Sedang yang namanya disiplin, merupakan pengaturan irama dan langkah dengan penuh perhitungan, termasuk dalam ketepatan waktu, penjagaan stamina tubuh, serta menjaga keyakinan diri untuk mampu keluar dari tantangan yang dihadapi dengan sukses.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai seorang remaja dan anggota Pramuka Indonesia, Fauna, sejak jauh-jauh hari berusaha pula menghayati makna pantang menyerah dan disiplin. Lain itu, yang selalu dan selalu dilatih pada dirinya adalah cara berpikir cepat dan cermat.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-186" title="buku" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/buku1.jpg?w=300&#038;h=172" alt="buku" width="300" height="172" />Oleh sebab itulah ia selalu terdorong untuk mendalami berbagai teori yang berhubungan dengan ilmu hitung; baik berkaitan dengan matematika, ilmu pengetahuan alam, maupun hal-hal terkait dengan jarak tempuh, lingkungan alam, sosial dan budaya, juga termasuk medan yang hendak dilalui dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:left;">Tak ubahnya belajar di kelas, sebagaimana yang dialami Fauna menunjukkan bahwa dalam dunia kepramukaan selain diajarkan keberanian dan kedisiplinan juga diajarkan mengenai pengembangan kemampuan dan ketrampilan dari diri masing-masing.</p>
<p style="text-align:left;">Belajar di kelas maupun melalui kegiatan kepramukaan, sama-sama memiliki daya saing guna pencapaian prestasi. Bedanya, belajar di kelas persaingan lebih ditunjukkan dalam nilai di atas kertas, sedang di dunia kepanduan lebih terbuka yaitu persaingannya lebih banyak dalam segi-segi tindakan nyata dalam kehidupan sosial.</p>
<p style="text-align:left;">Setidaknya, pemahaman semacam itu ditemukan Fauna dari guru olah raga di SMP Mardi Yuana yaitu Pak Tata. Fauna sering bersama guru olah raga ini bersepeda bersama, dan kadang-kadang mereka bersama-sama memancing ikan di Sungai Ciketing Serang</p>
<p style="text-align:left;">Memang, kegiatan-kegiatan kepramukaan lebih menitik beratkan pada kegiatan luar kelas. Misalnya belajar baris berbaris, sandi-sandi, belajar ketrampilan seperti membuat kerajinan anyam-anyaman, tali-temali, seni pertunjukan, bernyanyi, berorasi (pidato), hingga belajar langsung di alam terbuka semacam cari jejak, dan acara-acara yang langsung berhadapan dengan alam termasuk berkemah.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-180" title="GBR 8" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-8.jpg?w=300&#038;h=205" alt="GBR 8" width="300" height="205" />Dengan banyaknya acara di luar kelas dalam kepramukaan, Fauna merasakan sesuatu yang cocok dengan dirinya. Melalui kepramukaan, rasanya jiwa kepetualangan sedikit demi sedikit tersalurkan juga. Dengan begitu, keinginan Fauna untuk belajar banyak mengenai alam terbuka semakin menggelorakan obsesinya agar kelak mampu mengelilingi bumi.</p>
<p>Sejauh itu Fauna tetap menyadari bahwa tugas utama dirinya adalah belajar di kelas. Ini tetap ia pandang sebagai hal terpenting. Oleh karenanya, walau ia mengaku sangat suka kepada kepramukaan, tetapi pelajaran-pelajaran di sekolah menjadi prioritas (yang utama).</p>
<p style="text-align:left;">“Tidak ada pilihan yang lebih utama selain mendahulukan prestasi di kelas! Pelajaran yang diberikan guru di kelas jangan sampai diabaikan.” Begitu Fauna menetapkan pilihan.</p>
<p style="text-align:left;">Ia bilang, kenaikan kelas serta kelulusan dalam ujian dengan nilai yang bagus merupakan hal penting. Bahkan prestasi di kelas dipandang Fauna akan mempengaruhi prestasi dalam kegiatan kepramukaan. Oleh karena itu, ia selalu berusaha agar nilai-nilai di setiap mata pelajaran bagus, tidak jeblok.</p>
<p style="text-align:left;">Pelajaran di kelas bagi Fauna tidak tergantikan dengan apa pun. Sedangkan kegiatan kepramukaan telah disadari Fauna sebagai pelajaran tambahan luar kelas dan sifatnya mendorong kesungguhan belajar untuk menggapai prestasi di dalam kelas. Begitu dalamnya Fauna menjiwai pentingnya ilmu. Dan yang penting harus didahulukan….</p>
<p style="text-align:left;">Kepandaian membagi waktu merupakan kecerdasan tersendiri. Hal itu terlihat pada diri Fauna. Untuk mendahulukan yang penting berarti juga seseorang harus bisa menjadwal mana waktu untuk belajar dan mana untuk kegiatan lain. <img class="alignright size-full wp-image-181" title="jam" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/jam.jpg?w=113&#038;h=134" alt="jam" width="113" height="134" /></p>
<p style="text-align:left;">Oleh karenanya, meskipun saat kelas tiga SMP Fauna tetap ikut kegiatan pramuka, tetapi dirinya disiplin dalam membagi waktu untuk belajar pelajaran kelas dan mana untuk dipakai kegiatan pramuka.</p>
<p style="text-align:left;">Pernah sekali waktu Fauna harus memperoleh pengalaman dalam membagi waktu. Setamat SMP, karena cintanya pada kegiatan pramuka, Fauna tetap ikut kemah pramuka.</p>
<p style="text-align:left;">Sementara dalam waktu yang hampir bersamaan, ia harus ikut tes masuk SMA Negeri I Serang. Maka dari tempat kamping, ia harus mengejar waktu pada pagi harinya untuk tes masuk SMA. Hal demikian tidak dilakukan oleh teman-teman anggota pramuka yang lain.</p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_179" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-179" title="kemah" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/kemah.jpg?w=300&#038;h=206" alt="Dari sebuah kemah pramuka, Fauna langsung mengikuti ujian masuk SMAN 1 Serang" width="300" height="206" /><p class="wp-caption-text">Dari sebuah kemah pramuka, Fauna langsung mengikuti ujian masuk SMAN 1 Serang</p></div>
<p>Kesiapan ujian masuk SMA, sudah dipersiapkan Fauna sejak waktu masih senggang. Ia pelajari berbagai soal ujian masuk SMA sebelum acara kemah pramuka dilaksanakan. Oleh karenanya, tidak menjadi soal baginya meski harus mengejar ujian masuk berangkatnya dari tenda pramuka.</p>
<p style="text-align:left;">Ternyata, Fauna lulus dan diterima melanjutkan pendidikan di SMA Negeri I Serang. Sedang mereka yang tidak ikut kamping pramuka ternyata lebih banyak yang tidak diterima di SMA tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">Bersambung: 4 Tak Sekadar Berteori</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=177&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/19/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-3-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy14.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-alt-copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/logo-pramuka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo pramuka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/buku1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-8.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GBR 8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/jam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/kemah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kemah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 3.1)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/13/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-3-1/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/13/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-3-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 20:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[3 MENJIWAI KEPRAMUKAAN (1) TAMAT SEKOLAH dasar Fauna melanjutkan pendidikan di lingkungan lembaga yang sama; SMP Mardi Yuana, yaitu sekolah favorit dan dikenal sebagai sekolahan anak pejabat. Bedanya, Fauna tak jalan kaki lagi. Pergi dan pulang sekolah ia sudah menggunakan sepeda. Lancar ? Tentu saja. Adalah sepeda yang diperoleh Fauna dari keringat sendiri. Sepeda yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=172&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>3<br />
MENJIWAI KEPRAMUKAAN (1) </strong></p>
<p>TAMAT SEKOLAH dasar Fauna melanjutkan pendidikan di lingkungan lembaga yang sama; SMP Mardi Yuana, yaitu sekolah favorit dan dikenal sebagai sekolahan anak pejabat.</p>
<p>Bedanya, Fauna tak jalan kaki lagi. Pergi dan pulang sekolah ia sudah menggunakan sepeda. Lancar ? Tentu saja. Adalah sepeda yang diperoleh Fauna dari keringat sendiri. Sepeda yang dibeli karena ia rajin menabung, bukan diperoleh dari merengek-rengek manja.<img class="size-thumbnail wp-image-188 alignright" title="cover-alt-copy1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy15.jpg?w=150&#038;h=115" alt="cover-alt-copy1" width="150" height="115" /></p>
<p>Setidaknya, dengan bersepeda itu Fauna lebih mampu membuang rasa rendah dirinya. Keinginannya punya sepeda, terpenuhi sudah. Hebatnya, sepeda diperoleh dia bukan dari hasil rengekan atau memaksa orang tua melainkan dari keringat dan uang tabungan sendiri. Kerja keras dia selama ini telah tampak hasilnya di hadapan keluarga, tetangga, maupun teman-teman.</p>
<p><span id="more-172"></span></p>
<p>Fauna tidak merasa malu atau risih tatkala menenteng termos es serta menawarkan dagangannya kepada calon pembeli yang bertebar di stasiun kereta api. Ia pun tak merasa malu saat belepotan oli karena ikut mereparasi sepeda di bengkel Pak Memed. Semua itu dilakukan Fauna demi memperoleh penghasilan yang halal.</p>
<p>Menurut dia, untuk mengubah nasib tidaklah cukup dengan merengek-rengek alias bermanja diri; Mengubah nasib sangat memerlukan ketekunan, disiplin, dan kerja keras. Akan tetapi harus ditempuh dengan cara-cara yang baik lagi tidak melanggar ketentuan agama maupun adat dan hukum negara.</p>
<p>“Nasib kita ini bisa diubah dengan kesungguhan, kok. Yang terpenting jangan bermalas-malasan bila kita punya keinginan,” cetus Fauna yang juga selalu berusaha agar tidak terjebak dengan pemborosan keuangan.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-174" title="GBR 6a" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-6a.jpg?w=241&#038;h=300" alt="GBR 6a" width="241" height="300" />“Kita harus pandai-pandai menyesuaikan antara yang kita dapatkan dengan yang dikeluarkan,” tambahnya. Ia pun mengingatkan sebagai insan jangan sampai terlibat dengan yang sifatnya kejahatan.</p>
<p>Selama mencari uang jajan sendiri, Fauna memang marasakan bahwa waktunya untuk bermain dengan teman-teman sebaya sangat berkurang. “Ini akibat saya punya keinginan,” kata dia.</p>
<p>Ya, sejak kelas tiga sekolah dasar diakui Fauna waktu bermain dengan teman sebayanya banyak yang hilang. Ia memanfaatkan waktu di luar jam-jam sekolah dan pramuka untuk mencari uang jajan sekaligus menambah uang tabungannya.</p>
<p>“Bagaimana lagi, hayo! Orang tua saya tidak mampu membelikan sepeda. Jalan satu-satunya ya saya harus mencari uang sendiri,” Fauna berkisah.</p>
<p>Setelah memiliki sepeda, Fauna ternyata lebih tertantang untuk menaikkan rangking di kelas. Ia bertambah rajin ke sekolah. Ia semakin jarang dihukum guru karena datang berusaha lebih cepat. Lain itu, ia semakin pula rajin membaca buku pelajaran serta rajin meminjam buku di perpustakaan sekolah.</p>
<p>Kurang puas terhadap buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah, Fauna mencoba kirim surat ke kedutaan-kedutaan asing. Bahkan ia juga sempat berkirim surat ke berbagai stasiun radio asing siaran Bahasa Indonesia antara lain Radio BBC London, VOA Amerika Serikat, Nike Jepang, dan sebagainya.</p>
<p>Balasan surat-surat dari luar negeri diperoleh Fauna, berisikan foto-foto dan ringkasan cerita terkait negara mereka sana. Hal itu menarik perhatian Fauna. Rasa ingin tahu negara lain makin bermunculan di benaknya.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-175 alignright" title="Surat dan Pos Giro.jpg" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/1cpns-pendaftaran-di-pos-dan-giro-batam-centre3-f-cipi-ckandina.jpg?w=300&#038;h=176" alt="1CPNS pendaftaran di Pos dan Giro Batam Centre3 f Cipi Ckandina.jpg" width="300" height="176" />Sisi lain, keyakinan Fauna bertambah bahwa melalui banyak membaca akan menambah luas cakrawala berpikir. Dengan membaca, ilmu pengetahuan bertambah; Ilmu pengetahuan yang diperoleh tentu bukan hanya melalui pelajaran-pelajaran sekolah saja melainkan juga dari keaktifan dirinya membaca.</p>
<p>Dalam pandangan Fauna, dengan membaca waktu tidak akan terbuang percuma. “Pokoknya, manfaat membaca itu banyak sekali. Mulai bacaan yang kita sukai sampai berbagai macam bacaan sangat saya rasakan manfaatnya,” ungkap Fauna.</p>
<p>Meski pada mulanya bacaan yang paling disukai Fauna adalah cerita-cerita petualangan, lambat laun bacaannya meluas ke pelbagai buku yang berceritera tentang ilmu pengetahuan. Bahkan, membaca kemudian menjadi hobi Fauna. Hobi terakhir ini, lebih ia rasakan tatkala dirinya telah duduk di kelas tiga SMP.</p>
<p>Bila membaca cerita-cerita tentang petualangan anak manusia, Fauna memang begitu meresapi dan menghayati. Tak jarang ia membayangkan bahwa dirinya sebagai tokoh utama dalam cerita di buku yang sedang dibacanya.</p>
<p>Begitu besar kiranya obsesi Fauna untuk berpetualang. Bahkan, keinginannya untuk keliling dunia kian waktu kian tumbuh dan menguat dalam dirinya. Pikiran-pikiran dengan kendaraan apa yang digunakan untuk keliling dunia makin pula menjadi pertanyaan dalam dirinya sendiri.</p>
<p>Munculnya tekad untuk berkeliling bumi, menyembulkan rasa keingintahuan atas daerah dan wilayah dari berbagai negara di dunia. Ia bahkan ingin melihat dari dekat tempat-tempat bersejarah di suatu negara yang mungkin kelak dapat dikunjungi. Ia pun ingin merasakan atsmosfir adat dan budaya suatu daerah atau suatu negara sehingga kelak mampu menceritakan keadaan sebenarnya.</p>
<p>Disamping itu, ia ingin juga berkenalan dengan berbagai bangsa di dunia, menjalin persahabatan, sekaligus menimba pengalaman menarik dan berharga dari yang sempat ia kunjungi, lihat, amati, dan rasakan.</p>
<p>Bersambung : 3. Menjiwai Kepramukaan (2)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=172&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/13/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-3-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy15.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-alt-copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-6a.jpg?w=241" medium="image">
			<media:title type="html">GBR 6a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/1cpns-pendaftaran-di-pos-dan-giro-batam-centre3-f-cipi-ckandina.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Surat dan Pos Giro.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 2.2)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/10/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-2-2/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/10/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-2-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 15:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[2 Kelas Enam Geal-Geol (2) Ibu dan beberapa kakak Fauna bahkan turut menyaksikan uang yang dikumpulkan Fauna sedikit demi sedikit itu. Kepada ayah dan ibu ia ceritakan keinginan punya sepeda. Dan hitung punya hitung, hasil tabungan itu rasanya cukup untuk membeli sebuah sepeda. Maka dengan didampingi sang ibu, Fauna berangkat ke Pasar Taman Sari Serang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=164&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em><strong>2<br />
Kelas Enam Geal-Geol (2)</strong></em><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;">Ibu dan beberapa kakak Fauna bahkan turut menyaksikan uang yang dikumpulkan Fauna sedikit demi sedikit itu. Kepada ayah dan ibu ia ceritakan keinginan punya sepeda. Dan hitung punya hitung, hasil tabungan itu rasanya cukup untuk membeli sebuah sepeda.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-165" title="cover-alt-copy1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy13.jpg?w=150&#038;h=115" alt="cover-alt-copy1" width="150" height="115" /></p>
<p>Maka dengan didampingi sang ibu, Fauna berangkat ke Pasar Taman Sari Serang untuk membeli sepeda yang disukainya. Fauna tak kecewa meski uangnya tidak cukup untuk beli sepeda baru model terbaru. Bahkan, untuk dibelikan sepeda mini second (bekas pakai) saja masih harus ditambahin sedikit lagi oleh sang ibu.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-164"></span>Model sepeda yang dipilih Fauna adalah sepeda mini warna merah muda. “Meski beli bekas, tapi sepeda itu bagus,” cetusnya. Fauna memang sudah paham mengenai sepeda, karena ia punya pengalaman di bengkel sepeda Pak Memed.</p>
<p style="text-align:left;">Pada saat sudah duduk di kelas enam SD itulah Fauna lantas memperlancar naik sepeda. Ya! Sebelumnya, ia sempat belajar dengan sepeda kecil beberapa kali. Belajarnya saat-saat mendekati membongkar tabungan dan membeli sepeda.</p>
<p>Ia sempat belajar diam-diam dengan disaksikan dan diizinkan temannya bernama Ong Hwan. Beberapa kali ia belajar dengan menggunakan sepeda untuk balita di rumah teman sekolahnya itu.</p>
<p>Alkisah, anak keturunan Cina itu punya sepeda semasa Ong Hwan masih balita. Fauna berani memakai sepeda yang ukurannya sangat kecil itu hanya di pekarangan rumah, selain itu diizinkan dan diawasi Ong Hwan sendiri.</p>
<p>Hal lain, sepeda yang telah lama tidak dipakai tidak beresiko tinggi bila digunakan untuk belajar. Apalagi, niatan Fauna hendak beli sepeda sudah mendekat. Ia pikir akan lucu kalau nanti beli sepeda dirinya belum bisa menaikinya.</p>
<p>Keberanian Fauna memakai sepeda temannya untuk pertama kali belajar, kiranya telah cukup beralasan. Hanya memang ada sedikit malu pada Ong Hwan, karena belajar sepeda di rumah dia dan yang dipakai sepeda kecil ukuran untuk anak balita. Fauna sudah kelas enam SD, kan?</p>
<p>Pada masa-masa akhir 1960-an dan awal 1970-an sepeda masih merupakan alat transportasi utama, terutama bagi orang-orang desa; Dan kala itu belum musim sepeda berukuran mini. Anak-anak zaman itu, biasanya baru bisa bersepeda saat usia 10 tahunan.</p>
<p>Pada pertengahan 1970-an, barulah terlihat orang memakai sepeda berukuran mini. Itu pun belum terlalu kecil melainkan berukuran kecil sedikit dibanding dengan sepeda tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Mulai pertangahan 1970-an, anak-anak usia sekitar 6 hingga 8 tahun umumnya sudah pandai bersepeda.</p>
<p>Sedangkan sepeda berukuran lebih kecil lagi, yang biasa dipakai anak usia 4 &#8211; 5 tahun atau balita seperti yang dimiliki Ong Hwan pada awal 1970-an masih langka. Hanya anak-anak orang kaya biasanya yang punya.</p>
<p style="text-align:left;">Akan tetapi, memasuki tahun 1990-an sepeda jenis kecil untuk balita sudah meluas di pasaran dan orang berekonomi menengah sudah banyak membelikan sepeda jenis ini untuk anak balitanya.</p>
<p>Misalkan Fauna baru mulai belajar bersepeda kelas VI SD atau usia 11 tahun, kalau pada era sekarang, boleh dibilang terlambat. Namun, karena masa kecil Fauna tahun 1960-an hingga awal 1970-an, maka hal itu bisa saja dianggap biasa.</p>
<p>Akan tetapi, kala itu Fauna sudah mempunyai prinsip yang kuat dalam hidupnya. Ia sangat menjunjung tinggi pesan kedua orang tuanya, sehingga tak berani memakai barang orang lain.</p>
<p>Atas kepatuhan dalam rangka menaati pesan kedua orang tua, Fauna merasa tidak pernah menemui kesulitan. Pesan orang tua yang bersifat larangan agar jangan menggunakan barang yang bukan milik sendiri alhasil ia pandang sebagai sebagai kasih sayang belaka.</p>
<div id="attachment_169" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-169 " title="Foto Udara Tamsar" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/foto-udara-tamsar.jpg?w=300&#038;h=193" alt="Taman Sari dan sekitarnya dijepret dari udara" width="300" height="193" /><p class="wp-caption-text">Taman Sari dan sekitarnya dijepret dari udara </p></div>
<p>Ia tak pernah merasa sakit hati atas larangan itu. Bahkan kemudian larangan itu dianggapnya sebagai pendorong diri untuk mampu berprestasi di sekolah sekaligus berusaha berbuat baik kepada siapapun…!</p>
<p>“Tidak mengusik milik orang lain, sama dengan kita ikut menjaga milik mereka dari kerusakan,” kata Fauna. Prinsip seperti inilah yang tertanam dalam di kalbunya. Prinsip hidup tersebut ia temukan karena ia dilarang menggunakan barang milik orang lain.</p>
<p>Ketika kemudian Fauna berani memakai barang milik Ong Hwan untuk belajar bersepada, ia tentu sudah memiliki alasan kuat yaitu dirinya akan segera bambongkar tabungan dan membeli sepeda.</p>
<p>Keberanian Fauna memakai benda itu, karena juga disebabkan yang empunya sudah tidak memakainya lagi. Ong Hwan mengawasi dan mengizinkan. Belajar bersepeda dengan sepeda ukuran untuk balita itu, sebatas di pekarangan rumah Ong Hwan yang berpagar tinggi.</p>
<div id="attachment_166" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-166 " title="sepeda mini2" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/sepeda-mini2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Salah satu model sepeda mini" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Salah satu model sepeda mini</p></div>
<p>Tat kala sudah membeli dan memiliki sepeda sendiri, Fauna mengaku harus belajar keseimbangan dengan sepeda yang lebih besar miliknya. Ia pun tak ragu lagi untuk memperlancar dan membawa sepeda yang baru dibelinya melalui jalan raya.<br />
Meskipun saat itu bersepeda masih geal-geol namun ia tetap berusaha menaiki sepedanya. Ia bersyukur karena tanpa hambatan berarti, ternyata mampu mengayuh sepeda mini merah muda itu hingga rumah.</p>
<p style="text-align:left;">Pada saat kelas enam itulah Fauna baru mulai lancar bersepeda….</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Bersambung: <strong><em>3 Menjiwai Kepramukaan (1)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=164&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/10/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-2-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy13.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-alt-copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/foto-udara-tamsar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto Udara Tamsar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/sepeda-mini2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sepeda mini2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 2.1)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/06/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-2-1/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/06/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-2-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 11:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[2 KELAS ENAM GEAL-GEOL (1) SELAIN BELAJAR di sekolah SD Mardi Yuana dan mengaji di Madrasah, Fauna menjadi aktif di kepramukaan yang ada di sekolahannya. Ia merasakan bahwa kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang mendorong dirinya untuk lebih berani menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain itu, melalui kepramukaan serasa ia temukan kecocokan untuk memupuk prestasi di sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=157&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>2<br />
<em>KELAS ENAM GEAL-GEOL</em> (1)</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong>SELAIN BELAJAR di sekolah SD Mardi Yuana dan mengaji di Madrasah, Fauna menjadi aktif di kepramukaan yang ada di sekolahannya. Ia merasakan bahwa kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang mendorong dirinya untuk lebih berani menghadapi berbagai tantangan kehidupan. <img class="alignright size-thumbnail wp-image-158" title="cover-alt-copy1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy12.jpg?w=150&#038;h=115" alt="cover-alt-copy1" width="150" height="115" /></p>
<p style="text-align:left;">Selain itu, melalui kepramukaan serasa ia temukan kecocokan untuk memupuk prestasi di sekolah serta mendorong tercapainya keinginan untuk berpetualang keliling dunia yang telah menjadi obsesinya.</p>
<p style="text-align:left;">Kian waktu, Fauna merasakan bahwa kegiatan pramuka merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan rasa percaya diri. Kemudian dengan kegiatan kepanduan ini, rasa kemandirian terlatih jua.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-157"></span></p>
<p style="text-align:left;">Sisi lain yang dirasakannya adalah, bahwa dalam kepramukaan dirinya merasa dilatih untuk dekat kepada Tuhan dan alam ciptaanNya.</p>
<p style="text-align:left;">Tak heran kalau kemudian hati kecilnya mengaku bahwa melalui kepramukaan rasa kemandirian tumbuh subur di dirinya. Karenanya pula, untuk mencari uang jajan sekalipun, Fauna terpacu harus mencarinya sendiri melalui kreativitasnya.</p>
<p style="text-align:left;">Fauna lantas berupaya mengembangkan kebisaan dari kemampuan dan potensi diri serta memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah secara optimal. Lemari es yang ada di rumah misalnya, ia gunakan untuk membuat es mambo dan es kue.</p>
<p style="text-align:left;">Semasa Fauna sekolah dasar hingga duduk di kelas tiga SMP, waktu-waktu yang seyogianya untuk bermain, dimanfaatkannya untuk berjualan es mambo maupun es kue yang bentuknya seperti kue lapis. Ia menenteng termos berisi es tersebut dengan sasaran pasar utama di Stasiun Kereta Api Serang. Di lokasi transit inilah ia menjajakan dagangannya dengan sabar dan penuh gembira.</p>
<div id="attachment_161" class="wp-caption alignright" style="width: 128px"><img class="size-thumbnail wp-image-161" title="TERMOS" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/termos.jpg?w=118&#038;h=150" alt="Fauna menenteng termos es seperti ini, dengan sasaran pembeli utama di Stasiun KA Serang " width="118" height="150" /><p class="wp-caption-text">Fauna menenteng termos es seperti ini, dengan sasaran pembeli utama di Stasiun KA Serang </p></div>
<p style="text-align:left;">Kebetulan, dari rumah Fauna ke Stasiun Kereta Api Serang jaraknya tak jauh, hanya 100-an meter. Di stasiun inilah ia berjualan dari satu orang ke orang yang lain, dari satu pembeli ke pembeli yang lain, dan tak jarang ia harus ikut kereta api kemudian turun di stasiun-stasiun berikutnya.</p>
<p style="text-align:left;">Sekali waktu, seorang guru Fauna yaitu Pak Muaji memergoki Fauna sedang berjualan di stasiun kereta api. Guru matematika itu tampaknya agak terkejut, namun Fauna mengaku tidak merasa minder.</p>
<p style="text-align:left;">“Sebelum Pak Muaji menegur, saya mencoba menghampiri dan menyapa beliau,” tutur Fauna.</p>
<p style="text-align:left;">Melalui berjualan, Fauna mengaku mencari keuntungan. Dari keuntunganm yang diperoleh, akhirnya ia bisa membeli jajanan maupun keperluan diri yang lain. Meski begitu, ia berusaha tidak boros. Sebagian uang yang diperolehnya dari dagang es  ditabung.</p>
<p style="text-align:left;">Bila merasa bosan berjualan es, atau tat kala cuaca kurang mendukung, di luar kegiatan sekolah dan pramuka, Fauna ikut membantu memperbaiki sepeda di sebuah bengkel milik Pak Memed.</p>
<p style="text-align:left;">“Saat kelas empat SD, saya sudah bisa memperbaiki sepeda lho,” kata dia. Akan tetapi ia mengaku bila waktu itu belum bisa naik sepeda.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-159" title="GBR 4" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-4.jpg?w=300&#038;h=248" alt="GBR 4" width="300" height="248" />Meski begitu, keinginan untuk memiliki sepeda sendiri sudah muncul. “Saya ingin punya sepeda. Oleh karena itulah saya berusaha terus untuk menabung,” katanya.</p>
<p style="text-align:left;">Baik itu uang dari hasil keuntungan berjualan maupun upah memperbaiki sepeda, sebagian uangnya berusaha ditabung.</p>
<p style="text-align:left;">Tatkala membantu di bengkel sepeda Pak Memed, sebetulnya Fauna bisa saja memanfaatkan sepeda milik orang untuk belajar bersepeda. Hanya saja ia tidak mau. Ia ingat betul pesan ibunya; “Jangan sekali-kali kamu memakai barang milik orang lain, hem?”</p>
<p style="text-align:left;">Pesan sang ibu seperti itu ia pegang teguh sehingga barang milik orang lain, walau sepeda, Fauna tak berani memakai apalagi keperluannya buat belajar bersepeda.</p>
<p style="text-align:left;">Kala itu Fauna merasakan bahwa apa yang dipesan sang ibu bukanlah nasihat tanpa makna. Tidak melanggar pesan tersebut rasanya berat-berat ringan memang. Betapa tidak. Bukankah ada kesempatan memakai sepeda untuk belajar naik sepeda?</p>
<p style="text-align:left;">Ya, kesempatannya ada. Terlebih, jika sepeda yang sudah dibetulkan di bengkel Pak Memed belum diambil-ambil oleh pemiliknya. Namun Fauna tidak begitu.</p>
<p style="text-align:left;">Ia selalu saja tidak mampu melanggar pesan sang ibu. Dan hal tersebut pada gilirannya menjadi daya dorong agar dirinya bisa mempunyai sepeda sendiri. Ia pun semakin berusaha mengatur uang yang dicarinya sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">Memang, tat kala Fauna duduk di sekolah dasar keinginan untuk keliling dunia berkendaraan sepeda belumlah muncul di benak. Akan tetapi berkat keaktivannya di pramuka, ia telah merasa dipacu untuk bersikap mandiri termasuk belajar menabung karena ia punya keinginan bisa membeli sepeda.</p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_160" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-160" title="sepeda kuno" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/sepeda-kebo.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kebanyakan sepeda model kuno seperti ini yang dibetulkan di bengkel Pak Memed. " width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kebanyakan sepeda model kuno seperti ini yang dibetulkan di bengkel Pak Memed. </p></div>
<p>Dengan sepeda sendiri, ia pikir, akan mudah berpergian. Ya, pergi ke mana saja tidak akan merugikan orang bila dengan sepeda yang statusnya milik sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">Tat kala sudah berada di kelas enam SD, Fauna pun membongkar tabungannya. Anehnya, tabungan itu letakknya di tembok bagian dapur rumahnya. Fauna diam-diam menabung di situ.</p>
<p style="text-align:left;">Tembok dapurnya yang retak menganga, beberapa tahun lalu ia tambal sendiri dengan semen dan bata. Akan tetapi di bagian luarnya yang ia tambal, sedang di bagian dalam buat rongga tertutup untuk penyimpanan uang sedikit demi sedikit.</p>
<p style="text-align:left;">Saat Fauna hendak membongkar tabungannya, ia sempat memperoleh teguran dari sang ibu, karena dianggap hendak merusak tembok. Akan tetapi kemudian dijelaskannya sehingga uang yang tersimpan di situ aman diambil.</p>
<p style="text-align:left;">Bersambung: 2. Kelas Enam Geal-geol (2)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=157&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/06/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-2-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy12.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-alt-copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/termos.jpg?w=118" medium="image">
			<media:title type="html">TERMOS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GBR 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/sepeda-kebo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sepeda kuno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 1.2)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/03/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-1/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/03/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 14:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[1 TANGIS BAYI DI KOTA SERANG (2) SD Mardi Yuana Serang merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Serang. Jarak tempuh dari rumah Fauna ke sekolah ini, untungnya, tidak terlalu jauh. Hanya kira-kira 2 kilometer saja. Hanya saja, siswa-siswi yang bersekolah di situ kebanyakan dari kalangan keluarga berekonomi menengah ke atas. Penerapan disiplin di sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=146&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>1</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>TANGIS BAYI DI KOTA SERANG</strong> (2)</em></p>
<p style="text-align:left;">SD Mardi Yuana Serang merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Serang. Jarak tempuh dari rumah Fauna ke sekolah ini, untungnya, tidak terlalu jauh.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-147" title="cover-alt-copy1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy11.jpg?w=150&#038;h=115" alt="cover-alt-copy1" width="150" height="115" /></p>
<p style="text-align:left;">Hanya kira-kira 2 kilometer saja. Hanya saja, siswa-siswi yang bersekolah di situ kebanyakan dari kalangan keluarga berekonomi menengah ke atas. Penerapan disiplin di sekolah itu tergolong ketat, murid-murid tidak boleh terlambat masuk kelas.</p>
<p style="text-align:left;">Tak heran kalau murid-murid sekolah Mardi Yuana banyak sekali yang diantar jemput dengan kendaraan roda empat. Sedangkan Fauna, salah seorang murid di sekolah tersebut, bukanlah dari kalangan keluarga kaya. Ia hanya berjalan kaki selama menempuh pendidikan dasar di sekolah itu.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-146"></span></p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-148" title="STSIUN KA SERANG" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/stsiun-ka-serang.jpg?w=300&#038;h=261" alt="STSIUN KA SERANG" width="300" height="261" />Sisi lain, di rumah Fauna tidak ada jam yang menempel di dinding; Soal waktu, ia berpatokan kepada kedatangan kereta api uap di Stasiun Serang. Sesuai jadwalnya, ada serangkaian kereta api masuk stasiun itu jam 06.00 WIB tetapi kemudian diketahuinya tidak jarang pula kereta api datang terlambat lebih dari satu jam.</p>
<p style="text-align:left;">Bila mana kereta api datang terlambat, Fauna juga terlambat tiba di sekolah yang jam masuknya pukul 07.15 WIB. Hal seperti ini beberapa kali ia alami.<br />
Kedatangan kereta api uap di Stasiun Serang, makin hari, makin dirasakan Fauna tidak bisa lagi menjadi patokan waktu. Oleh karenanya, ia harus beralternatif lain.</p>
<p style="text-align:left;">Pilihan untuk mengetahui waktu kali ini melalui berita radio yang dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Lebih-lebih berita dari Radio BBC London dalam Siaran Bahasa Indonesia yang digemari Fauna. Bila telah mendengar berita terpancar melalui radio, ia lekas-lekas berangkat menuju ke sekolah.</p>
<p style="text-align:left;">Dari rumah ke sekolah, hanya memakan waktu kira-kira 10 menit saja ditempuh dengan berjalan kaki. Hal yang menarik, untuk mengetahui waktu warta berita radio itu Fauna harus menyetel gelombang radionya lebih dulu. Ia bahkan menjadi gemar mendengar berita yang disiarkan stasiun radio tersebut. Dari berita-berita itulah ia kemudian tertarik untuk mengetahui soal luar negeri.</p>
<p style="text-align:left;">Pada satu sisi, Fauna bersyukur karena di rumahnya telah ada radio yang dibeli sang ibu. Dari radio itu, ia menjadi punya patokan waktu serta menjadi tahu akan pentingnya informasi.</p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_149" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-149" title="Mardi Yuana" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/mardi-yuana.jpg?w=300&#038;h=198" alt="Sekolahan Mardi Yuana Serang Banten" width="300" height="198" /><p class="wp-caption-text">Sekolahan Mardi Yuana Serang Banten</p></div>
<p>Pada sisi lain, Faina tidaklah lantas terhindar begitu saja dari jerit kalbu ketika dirinya harus melihat kenyataan dari kawan-kawan di sekolahnya. Tak jarang ia harus menelan ludah sendiri bila melihat teman-temannya mampu membeli jajanan apa saja.</p>
<p style="text-align:left;">Hanya saja ia lama-kelamaan sadar. Mengikuti jerit kalbu yang faktornya dari segi ekonomi, dirasa-rasakan dia, bukanlah penyelesaian terbaik. Oleh karenanya, hal itu dijadikannya untuk berpikir dalam rangka mencari jalan keluar sehingga ia punya uang saku bila ke sekolah.</p>
<p style="text-align:left;">Memang, ia pun mengaku sempat merasa rendah diri karena ketiadaan uang. Rasa ini kadang mengusik-usik kalbunya. Akan tetapi karena cepat ia sadari maka rasa rendah diri semacam itu haruslah dibuang sejauh mungkin.<br />
Fauna pun sadar, sekolah bukanlah tempat bersaing barang kemewahan maupun kemampuan membeli jajanan melainkan tempat persaingan prestasi!</p>
<p style="text-align:left;">Berarti, pikir Fauna kemudian, kemampuan yang harus diasah di sekolah adalah kemampuan diri menangkap dan memahami pelajaran-pelajaran yang diajarkan guru.</p>
<p style="text-align:left;">Oleh karena pandangan bahwa sekolah adalah tempat persaingan prestasi sudah melekat dalam diri Fauna, maka lama kelamaan ia mampu juga menyingkirkan rasa rendah dirinya. Belajar dengan sungguh-sungguh akhirnya menjadi kunci untuk menggapai prestasi.</p>
<p style="text-align:left;">Fauna sering merenungkan apa yang ditanamkan oleh kedua orang tua dan guru-gurunya. Dari renung-renung itu, ia lantas menghayati berbagai paparan yang berisi nasihat. Lama kelamaan ia mampu juga menghayati dan melakukan nasihat-nasihat yang diterimanya, meski ia masih belajar di bangku sekolah dasar.</p>
<p style="text-align:left;">Disebabkan itu jugalah agaknya, kemudian muncul kesukaan Fauna untuk membaca berbagai buku; Terlebih buku-buku yang isinya mengenai sejarah dunia, peta dunia, serta cerita-cerita petualangan anak manusia di permukaan bumi. Bahkan, Fauna menjadi begitu terobsesi dengan cerita-cerita petualangan semacam Colombus dan James Cook penemu Benua Australia yang melegenda dalam dunia petualangan anak manusia. Fauna pun lantas mulai merasa haus akan ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align:left;">“Pada saatnya, saya harus berkeliling dunia!” Begitulah hati Fauna selalu mendesis bila ia tengah asyik membaca buku yang menceritakan tetang sang petualang dunia.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-154" title="GBR 3" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-31.jpg?w=88&#038;h=150" alt="GBR 3" width="88" height="150" /></p>
<p style="text-align:left;">Keinginan Fauna untuk berpetualang keliling dunia, makin hari makin menggelora. Dan keinginan tersebut suatu saat ingin sekali diwujudkannya. Ia pun menjadi begitu gemar membuka-buka peta dunia, mencermati globe (bola dunia), serta nenghapal nama-nama kota yang ada di tiap-tiap negara.</p>
<p style="text-align:left;">Oleh karena itu pulalah, prestasi Fauna di sekolah dari waktu ke waktu mengalami kenaikan. Dan belajar menjadi bagian paling penting dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align:left;">“Suatu keinginan atau cita-cita tak mungkin tergapai tanpa kerja keras. Prestasi, tak mungkin dapat diraih kalau cara hidup kita bermanja-manja.” Ungkapan bijak semacam inilah terus mempengaruhi Fauna dari waktu ke waktu. Dan ia akan merasa sangat bersalah manakala punya keinginan tidak diperjuangkan.</p>
<p style="text-align:left;">Hati kecil Fauna seraya mengakui bahwa ungkapan yang menyatakan bahwa cita-cita tak mungkin tergapai tanpa kerja keras selalu didengar dari mulut sang ayah di rumah, guru-guru di sekolah serta pembimbing pramukanya di Gugus Depan Serang 07 SD Mardi Yuana.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:left;">Bersambung: 2.<em> KELAS ENAM GEAL-GEOL (1)<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=146&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/03/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-alt-copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/stsiun-ka-serang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">STSIUN KA SERANG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/mardi-yuana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mardi Yuana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-31.jpg?w=88" medium="image">
			<media:title type="html">GBR 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersepeda Keliling Dunia (Seri Obsesi:1/1)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/03/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi11/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/03/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi11/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 11:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[1 TANGIS BAYI DI KOTA SERANG (1) PADA TANGGAL 20 Juni 1963, tangis seorang bayi laki-laki yang baru lahir itu membahana. Adalah tangis yang seakan mengabarkan betapa berat tantangan hidup dunia. Hanya saja, kelahiran anak manusia atau makhluk apapun merupakan kehendak Yang Maha Kuasa. Seorang anak laki-laki yang lahir dari rahim seorang ibu bernama Ma’azah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=137&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>1<br />
<em>TANGIS BAYI DI KOTA SERANG (1)</em></strong><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-143" title="cover-alt-copy1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy1.jpg?w=150&#038;h=115" alt="cover-alt-copy1" width="150" height="115" />PADA TANGGAL 20 Juni 1963, tangis seorang bayi laki-laki yang baru lahir itu membahana. Adalah tangis yang seakan mengabarkan betapa berat tantangan hidup dunia. Hanya saja, kelahiran anak manusia atau makhluk apapun merupakan kehendak Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align:left;">Seorang anak laki-laki yang lahir dari rahim seorang ibu bernama Ma’azah Sumadirdja tersebut adalah putera yang keenam. Kemudian bayi itu diberi nama Fauna Sukma Prayoga.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-137"></span></p>
<p style="text-align:left;">Ayah dari sang bayi ini Sukra Prawira Sentana yang kesehariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Badan Pelaksana Pengairan di Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Keluarga ini hidup dan tinggal di Ibukota Kabupaten Serang Propinsi Jawa Barat  (kini, Kota Serang sudah menjadi Ibukota Propinsi Banten).</p>
<p style="text-align:left;">Rumah tinggal kel<img class="alignleft size-medium wp-image-140" title="ayah" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/ayah.jpg?w=221&#038;h=300" alt="ayah" width="221" height="300" />uarga besar Sukra Prawira tepatnya di Jalan Saleh Baimin, Gang Sutomo Nomor 15, Cimuncang, Intirub Taman Sari, Serang. Rumah itu hanya berjarak sekitar 100 meter saja dari Stasiun Kereta Api Kota Serang.<br />
Lokasi tempat tinggal tersebut, jelas, dekat dengan tempat transit orang-orang bepergian, terutama yang bertransportasi ketera api.</p>
<p style="text-align:left;">Sisi lain, lokasi ini dekat sebuah taman umum yaitu Taman Sari yang setiap sore ramai dikunjungi warga sekitar maupun pendatang. Taman ini, pada zaman Belanda kabarnya disebut Wilhelmina Park.</p>
<p style="text-align:left;">Rasa suka cita dari kedua orang tua sang bayi, mencuat di raut wajah masing-masing. Kedua orang tua tersebut menaruh harapan agar kelak puteranya dapat berguna bagi kemajuan dan kejayaan Bangsa dan Negara Indonesia.</p>
<p style="text-align:left;">Harapan yang sangat dalam begitu mengalir dalam setiap doa mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar Fauna  –-begitu kemudian sang bayi disapa— kelak memiliki pendirian yang teguh, punya prinsip, sekaligus kuat iman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT).</p>
<p style="text-align:left;">Harapan dan doa-doa kedua orang tua semacam itu, agaknya, tidaklah berbeda dengan yang lain, doa yang sama diperuntukkan juga kepada kakak-kakak Fauna.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-139" title="GBR 1" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-11.jpg?w=293&#038;h=300" alt="GBR 1" width="293" height="300" />Kakak tertua dari Fauna, laki-laki, bernama Koko Sukma Negara, kemudian Laksmi Sukma Wati (perempuan), Nikita Sukma Kelana (laki-laki), Evi Asfiah Sukma Dewi (perempuan), Indra Sukma Prayogi (perempuan), barulah putera keenam yaitu Fauna Sukma Prayoga. Beberapa tahun berikutnya, Fauna mempunyai seorang adik, Gemi Sukma.</p>
<p style="text-align:left;">Dari usia di bawah lima tahun (balita) hingga masa anak-anak, Fauna tumbuh normal sebagaimana layaknya anak-anak seusianya. Ia ikut bermain bersama teman-teman sebaya seperti main petak umpet, kejar-kejaran, gatrik, dampu, gobag, susun genteng, lempar bola, galasin, bola kaki, dan permainan lainnya. Lain itu, ia juga disekolahkan serta diperintah oleh orang tuanya agar rajin mengaji serta menjalankan ibadah.</p>
<p style="text-align:left;">Hidup di tengah-tengah Kota Serang Banten, keluarga Sukra Prawira Sentana tidaklah lepas dari kekurangan ekonomi. Ya, keluarga Fauna bukanlah dari kalangan orang yang memiliki harta melimpah melainkan kekurangan-kekurangan ekonomi selalu saja mendera mereka.</p>
<p style="text-align:left;">Akibat dari kekurangan-kekurangan itu, waktu-waktu bermain Fauna pun menjadi kurang. Hal ini lebih dirasakan Fauna ketika dirinya  duduk di kelas tiga sekolah dasar (SD). Betapa tidak. Jangankan ia punya sepeda untuk ke sekolah, sedangkan uang jajan yang tidak seberapa nilainya pun sulit diperoleh dari orang tuanya.</p>
<p style="text-align:left;">“Oala Fauna…, masih bisa makan saja kita sudah syukur. Ibu punya uang dari mana lagi?” Begitulah jawaban Ibu Ma’azah ketika Fauna merengek minta uang jajan saat hendak berangkat ke sekolah.</p>
<p style="text-align:left;">Mendengar jawaban sang ibu seperti itu, hati Fauna menjadi sangat miris. Bahkan tidak jarang air mata anak lelaki itu menetes. Sedih alang kepalang. Kalbunya kadang terasa teremas-remas.</p>
<p style="text-align:left;">Kadangkala, muncul juga rasa iri dari perasaan Fauna, mengapa ia dilahirkan dari rahim seorang ibu yang keadaan ekonominya cenderung kekurangan? Dan, kalbunya juga kadang digayuti pertanyaan; mengapa ia lahir dan hidup di tengah-tengah keluarga seperti ini?</p>
<p style="text-align:left;">Untunglah jika rasa iri itu tidak terus berkobar dalam kalbu Fauna. Nasihat-nasihat ayah, ibu, guru-guru, dan kalangan keluarga yang lebih tua begitu cepat ia resapi. Hal itu membuat dirinya tidak ingin larut terus-menerus dalam kesedihan meski ia tidak memperoleh uang jajan.</p>
<p style="text-align:left;">Ia pun dengan gegap gempita alias penuh semangat berangkat ke sekolah seperti biasa. Berjalan kaki dan tanpa sarapan pagi sekalipun misalnya, tak lagi jadi penghalang.</p>
<p style="text-align:left;">Bersabung: 1. Tangis Bayi di Kota Serang (2)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=137&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/08/03/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/cover-alt-copy1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-alt-copy1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/ayah.jpg?w=221" medium="image">
			<media:title type="html">ayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/08/gbr-11.jpg?w=293" medium="image">
			<media:title type="html">GBR 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERSEPEDA KELILING DUNIA (Seri Obsesi)</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/07/31/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/07/31/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 19:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[DAFTAR ISI SAMBUTAN ANGGOTA DPRD PENGANTAR PENULIS 1. TANGIS BAYI DI KOTA SERANG 2. KELAS ENAM GEAL-GEOL 3. MENJIWAI KEPRAMUKAAN 4. BUKAN SEKADAR BERTEORI 5. DISANGKA SENSASI MURAHAN 6. CARI TAHU SOAL LUAR NEGERI 7. MEMATANGKAN PERSIAPAN 8. DUKUNGAN LAIN DIPEROLEH JUGA 9. DETIK-DETIK PELEPASAN DAN RUTE PERJALANAN FOTO KENANGAN TEBAK SANDI SEKILAS TENTANG GERAKAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=121&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_123" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kisah,kisahnyata,cerita,ceritaanak,hikmah,pendidikan,pramuka,indonesia"><img class="size-medium wp-image-123" title="COVER ALT copy" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/07/cover-alt-copy1.jpg?w=300&#038;h=230" alt="COVER BUKU" width="300" height="230" /></a><p class="wp-caption-text">COVER BUKU</p></div>
<p>DAFTAR ISI<br />
SAMBUTAN ANGGOTA DPRD<br />
PENGANTAR PENULIS</p>
<p>1. TANGIS BAYI DI KOTA SERANG<br />
2. KELAS ENAM GEAL-GEOL<br />
3. MENJIWAI KEPRAMUKAAN</p>
<p><span id="more-121"></span><br />
4. BUKAN SEKADAR BERTEORI<br />
5. DISANGKA SENSASI MURAHAN<br />
6. CARI TAHU SOAL LUAR NEGERI<br />
7. MEMATANGKAN PERSIAPAN<br />
8. DUKUNGAN LAIN DIPEROLEH JUGA<br />
9. DETIK-DETIK PELEPASAN DAN RUTE PERJALANAN<br />
FOTO KENANGAN<br />
TEBAK SANDI<br />
SEKILAS TENTANG GERAKAN PRAMUKA</p>
<p>TENTANG PENULIS</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:right;"><strong> <em>SAMBUTAN ANGGOTA DPRD<br />
KABUPATEN SERANG<br />
</em> </strong></p>
<p style="text-align:left;">
<em>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb</em></p>
<p style="text-align:left;">Pada saat krisis idola yang melanda kalangan generasi muda kini, sulit untuk menampilkan kembali sosok yang dapat menjadi control of vew di ruang idol yang lengang. Kehadiran buku ini menjadi alternatif bijak yang harus disyukuri.</p>
<p style="text-align:left;">Betapa tidak. Buku berjudul &#8220;Pramuka Indonesia Asal Banten Fauna Sukma Prayoga: BERSEPEDA KELILING DUNIA&#8221; ini dapat mengisi kelengangan ruang idol tersebut. Lain itu, buku ini juga setidaknya dapat menjadi inspirasi bagi kaum muda serta mereka yang concern terhadap masa depan kaum muda.</p>
<p style="text-align:left;">Fauna Sukma Prayoga yang saya kenal lewat media cetak awal 1990-an, adalah simbul anak muda yang powerfull untuk mengeksplorasi kemampuan pribadinya. Ia acapkali memilih aktivitas positif yang uji nyali habis dan hasil perjalannya pernah ditayangkan pada acara Rekor Nekad TV-7 beberapa tahun lalu. Sampai saat ini, belum ditemukan anak muda yang sanggup memcahkan rekornya.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-131" title="Hafazhah" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/07/hafazhah1.jpg?w=119&#038;h=180" alt="Hafazhah" width="119" height="180" />Rekor Fauna Sukma dengan kesuksesan keliling dunia berkendara sepada, telah membuat dirinya pernah menginjakkan kaki di 5 (lima) benua. Dia adalah satu-satu pengelana dunia yang berhasil masuk dan meilhat bagian dalam Ka&#8217;bah al Mukarramah di tanah suci. Dan dia bahkan satu-satunya pengeliling dunia yang memboyong atau memperoleh berbagai macam penghargaan dari berbagai Kedutaan Besar RI di dunia. Di daerah asalnya, dia pun menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Serang tahun 2001.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai salah satu bagian dari <em>stakeholder</em> Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Serang, saya merasa bersalah sekali kalau tidak memberikan apresiasi tinggi pada apa yang telah dilakukan Fauna Sukma. Dan saya sangat yakin, sebenarnya seorang Fauna Sukma tidaklah berharap apa pun dari daerah asalnya, bahkan Indonesia.</p>
<p style="text-align:left;">Serial perjalanan Fauna Sukma berkeliling dunia itu agaknya menjadi layak dibukukan. Dan buku ini yang ditulis Drs Asyaro G Kahean secara berseri ini, layak jua kiranya menjadi bacaan siswa-siswi mulai SD hinga SLTA di Indonesia, khusunya Provinsi Banten.</p>
<p style="text-align:left;">Sisi lain, perpustakaan-perpustakaan di berbagai sekolah pun menjadi layak pula manakala menjadikan buku serial perjalanan Fauna Sukma sebagai koleksi di perpustakaan. Dengan demikian, tentu akan ternilai bahwa kita turut memberikan apresiasi atas prestasi anak bangsa model Fauna Sukma. Harapan saya, ke depan akan lahir explorer&#8217;s lain dari negeri ini, khususnya dari tanah Banten yang kita cintai.<br />
<em>Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</em></p>
<p>Serang, 24 Novenber 2007</p>
<p>Sekretaris Komisi B<br />
DPRD Kebupaten Serang,</p>
<p>ttd</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Dra. E. Hafazhah, M.Si</strong>.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:right;"><em><strong>PENGANTAR PENULIS</strong></em></p>
<p><em>Assalamu ‘alaikum Wr. Wb</em>.</p>
<p style="text-align:left;">Salah satu yang membedakan Fauna Sukma Prayoga dengan kebanyakan orang adalah semangat tinggi dan kemauannya yang keras. Meski demikian, ia memiliki prinsip untuk tidak merugikan orang lain. Oleh karenanya, yang selalu diperbuat dia berusaha mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.</p>
<p style="text-align:left;">Tak semua orang harus sama, memang. Namun banyak juga di antara kita yang mencoba agar disamakan dengan yang lain. Sepanjang kepentingannya sama, dalam kehidupan sosial, mungkin bisa saja dilakukan upaya-upaya persamaan pandangan dalam rangka kerjasama yang dapat menghasilkan suatu keinginan.</p>
<p style="text-align:left;">Upaya seperti itu boleh dibilang sebagai suatu bentuk yang sifatnya mengurangi terjadinya jarak sosial antar individu, sehingga melahirkam peraturan yang dapat dijalankan secara bersama-sama. Terhadap kreasi semacam ini, Fauna mau berlatih dan kemudian ikut menyelami.</p>
<p style="text-align:left;">Fauna yang lahir di Serang (Banten) pada 20 Juni 1963, meski tergolong orang yang memiliki semangat tinggi dan kemauan keras, namun menyadari arti penting kehidupan sosial di sekitarnya. Prinsip yang tertanam semenjak dini di dirinya, dalam mengatasi suatu permasalahan sosial yang terkait pada dirinya, ia tetap berpikir panjang meskipun yang harus dilakukan merupakan tindakan sangat praktis.</p>
<p style="text-align:left;">Misalnya, ketika ia baru kelas tiga sekolah dasar kesulitan uang jajan. Ia mencari jalan keluar dengan cara berjualan es mambo dan es kue lapis. Setahun kemudian, ia bahkan mau membantu di bengkel sepeda milik Pak Memed.</p>
<p style="text-align:left;">Dari tindakan praktisnya itu, lantas kekurangan uang jajan tertutupi. Hingga dirinya dewasa, Fauna tergolong orang yang sangat jarang meminta uang kepada kedua orang tuanya. Bahkan, ia selalu berusaha menabung karena ternyata dirinya mempunyai keinginan atau cita-cita yang tergolong spektakuler.</p>
<p style="text-align:left;">Keinginan pertamanya punya sepeda sendiri. Sedang keinginan selanjutnya, keliling dunia dengan mengendarai sepeda. Hal itu, tentu saja tidak akan tercapai dengan sukses, andai Fauna tidak memiliki semangat tinggi serta kemauan yang keras!</p>
<p style="text-align:left;">Buku ini menceritakan kisah nyata dalam kehidupan Fauna yang berhasil membuat rekor keliling dunia dengan sepeda. Puluhan negara di lima benua telah dilaluinya dengan mengayuh sepeda, dalam kurun waktu lima tahun (1985-1990).<br />
Keberanian anak bangsa yang juga anggota Gerakan Pramuka ini, agaknya perlu memperoleh apresiasi tersendiri. Antara lain melalui penulisan kisah perjalanan Fauna yang begitu berani melewati batas-batas negara di permukaan bumi. Padahal, yang harus dilalui bukanlah hanya negara-negara aman tetapi juga negara yang sedang dilanda komplik .</p>
<p style="text-align:left;">Disebabkan panjangnya cerita, setelah penulis berdiskusi intensif dengan sang tokoh pengelana itu, maka cerita petualangan berkeliling dunia ini ditulis secara berseri. Hal ini dimaksudkan agar informasi maupun ilmu pengetahuan yang terkandung dalam cerita dapat dipaparkan lebih luas dan terperinci.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam ser<img class="size-medium wp-image-128 alignright" title="Picture 119a" src="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/07/picture-119a2.jpg?w=116&#038;h=180" alt="Picture 119a" width="116" height="180" />i pertama ini, cerita lebih difokuskan di daerah asal Fauna dan masa-masa persiapan dia untuk keliling dunia dengan sepeda. Cerita ini, semoga mampu memotivasi pambaca, khususnya generasi muda bangsa, agar tumbuh keberanian dan mau berkreasi serta kerja keras dalam upaya mengharumkan nama baik daerah, nusa, dan bangsa.</p>
<p style="text-align:left;">Kepada Penerbit MKS yang peduli dengan memperbanyak dan mengedarkan buku ini, penulis ucapkan terima kasih. Dan bagi siapa saja yang membacanya, diharapkan kritik serta saran demi perbaikan ke depan.<br />
Terima kasih. Selamat membaca.</p>
<p style="text-align:left;">Wassalamu&#8217;alaikum Wr. Wb</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Serang, 19 Juli 2007</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong> Asyaro G Kahean</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=121&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/07/31/bersepeda-keliling-dunia-seri-obsesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/07/cover-alt-copy1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">COVER ALT copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/07/hafazhah1.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Hafazhah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asyarokahean.files.wordpress.com/2009/07/picture-119a2.jpg?w=193" medium="image">
			<media:title type="html">Picture 119a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semedi di Atas Pusara</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/07/22/semedi-di-atas-pusara/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/07/22/semedi-di-atas-pusara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 08:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[by Asyaro G Kahean Dudukku Bersila Tangan ini bersedekap Tepat di atas pusara panjang Sepanjang awal dengung Nusantara Mataku terpejam Mulut ini terkatupkan Tepat di atas guliran zaman Sepanjang zaman penjajahan berabad Nafasku berdesis Telinga ini berserapkan Tepat di kala teriak menyenjang Sepanjang senjang rakyat bersurat Jantungku berdetak Darah ini berdesir Tepat di alur roda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=104&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by<em> Asyaro G Kahean</em></p>
<p>Dudukku Bersila<br />
Tangan ini bersedekap<br />
Tepat di atas pusara panjang<br />
Sepanjang awal dengung Nusantara</p>
<p><span id="more-104"></span></p>
<p>Mataku terpejam<br />
Mulut ini terkatupkan<br />
Tepat di atas guliran zaman<br />
Sepanjang zaman penjajahan berabad</p>
<p>Nafasku berdesis<br />
Telinga ini berserapkan<br />
Tepat di kala teriak menyenjang<br />
Sepanjang senjang rakyat bersurat</p>
<p>Jantungku berdetak<br />
Darah ini berdesir<br />
Tepat di alur roda sejarah<br />
Sepanjang sejarah bangsa tertitah</p>
<p>Pikiranku berkonsentrasi<br />
Duburku berterasi<br />
Tepat di antara kerukuk perut<br />
Sepanjang perut bumi pertiwi</p>
<p>Tergeragap aku dari semedi<br />
Area pusara t&#8217;lah bergedung tinggi<br />
Di bawah kolong jembatan peluh berhanyutan<br />
Bersamanya butir-butir air mata keruh<br />
Pusara semediku&#8230;<br />
Terkepung pusaran nafsu dan nafsu</p>
<p>Oh&#8230;!<br />
Saktinya bersila<br />
Tajamnya terpejam<br />
Beratnya berdesis<br />
Kerasnya berdetak<br />
Fokusnya berkonsentrasi<br />
Baru kurasa pada pusaran pusara dalam semedi<br />
Peluh dan air mata tak jua jadi mutiara<br />
Ajak sajalah aku pada kebenaran merdeka</p>
<p>Jakarta, 17 Juli 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=104&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/07/22/semedi-di-atas-pusara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Negara Apa Adilkah</title>
		<link>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/02/14/negara-apa-adilkah/</link>
		<comments>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/02/14/negara-apa-adilkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 15:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asyarokahean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelembagaan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asyarokahean.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen Asyaro G Kahean Dunia geger. Miliaran jiwa warga negara di dunia terhenyak, kaget! Di antara mereka, banyak yang tak habis pikir. Peristiwa pokoknya mungkin biasa. Namun, karena kuatnya deraan rasa solidaritas global, sepertinya mereka tak terima atas pendeportasian seorang warga Negara RI dari Negara Apa Adilkah. Hal yang membuat warga dunia bak senewen, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=95&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen Asyaro G Kahean</p>
<p>Dunia geger. Miliaran jiwa warga negara di dunia terhenyak, kaget! Di antara mereka, banyak yang tak habis pikir. Peristiwa pokoknya mungkin biasa. Namun, karena kuatnya deraan rasa solidaritas global, sepertinya mereka tak terima atas pendeportasian seorang warga Negara RI dari Negara Apa Adilkah.</p>
<p>Hal yang membuat warga dunia bak senewen, karena pendeportasian itu diiringi pernyataan Presiden Negara Apa Adilkah, Makabisa Macamitu. Pernyataannya, dengan adanya kebebasan warga negara lain masuk ke Negara Apa Adilkah, bukan berarti seseorang diperkenankan mengganggu hak-hak paling dasar orang lain.<span id="more-95"></span></p>
<p>Ucapan tersebut disampaikan Makabisa Macamitu di Istananya yang terletak di Ibukota Negara Pahamilah. Dan, pendeportasian seorang warga Negara RI itu ternyata mengundang reaksi spontan banyak pihak dan kalangan. Yang bereaksi, bahkan bukan hanya dari kalangan warga biasa, tetapi juga dari sejumlah tokoh hingga pemimpin negara di dunia.</p>
<p>Banyak kepala Negara yang ikutan sewot memang. Kesewotan yang muncul dari pemimpin sejumlah negara itu, mungkin juga dipicu dengan rasa solidaritas global. Mungkin saja, Negara RI dipandang bagian tak terpisahkan dan telah memiliki semacam perjanjian dalam menyongsong pasar bebas. Apa lagi, banyak tokoh internasional menilai kalau Negara RI adalah pasar potensial masa depan.</p>
<p>Melihat reaksi dunia yang begitu dahsyat mengecam Presiden Makabisa Macamitu, sempat membuat para petinggi Negara RI bangga dan sumringah. Apalagi, RI selama ini telah menerima julukan sebagai negara besar. Hanya saja, pada akhirnya petinggi negeri ini terdiam seribu bahasa. Ya, diam! Sebab, yang dideportasi dari Negara Apa Adilkah itu hanyalah seorang pedagang asong belaka.</p>
<p>“Pedagang asongan di Negara RI ‘kan biasa. Mereka yang dagang seperti ini umumnya di kota-kota besar. Aksi dagang mereka dari satu bus ke bus lain, atau dari gerbong kereta api satu ke gerbong lain. Pokoknya mereka sering berada di kendaraan penumpang umum kelas ekonomi. Pedagang asong banyak jumlahnya ‘kan, tentu saja ini hal lumrah. Kecuali kalau pedagang asong melakukan tindak kriminalitas, barulah dapat dijerat pasal-pasal untuk disanksi.Kasus terkait pendeportasian pengasong itu nggak logis dijerat, tau…!”</p>
<p>Begitu kira-kira komentar salah seorang ahli hukum Negara RI melalui saluran telivisi. Ia pun menyempatkan diri ikut mengecam tindakan Presiden Makabisa Macamitu. Setidaknya, melalui kecaman itulah rasa tidak senang dimunculkan.</p>
<p>Nyatanya, hukum yang berlaku di Negara Apa Adilkah tidak sesederhana apa yang dikoarkan banyak orang, termasuk ahli hukum tersebut. Pedagang asong di Apa Adilkah juga merupakan metode dagang baru; Lebih-lebih pada bagian ketika pengasong membagi-bagikan komoditi jualannya ke penumpang kendaraan umum. Hal begini, walau termasuk cara baru, tapi bukanlah hal yang dimasalahkan secara hukum di negaranya Makabisa Macamitu itu.</p>
<p>Penumpang bus angkutan umum di Kota Pahamilah, umumnya malah merasa salut atas kreativitas pedagang asong. Mereka sama sekali tak memasalahkan si pengasong berasal dari negara mana. Dalam pandangan mereka, cara berdagang asong semata-mata sebagai usaha mengais rezeki <em>halalan thayyiban</em>. Cara dagang demikian masih terkatagori baik dibanding dengan penodongan dan perampokan. Bahkan cara dagang asong masih lebih baik dari sekadar menjual proposal kemiskinan.</p>
<p>Melihat pendagang asong, penduduk Kota Pahamilah malah menaruh hormat karena merasa tertolong. Rasa hormat mereka yang lain karena pengasong setidaknya punya jiwa mandiri; Yakni jiwa yang berkeinginan memakan hasil jerih payah sendiri. Jiwa mandiri begini bahkan mereka rasakan perlu didukung dan di support bila perlu.</p>
<p>Akan tetapi, rasa hormat warga di Negara Apa Adilkah terhadap siapa pun berada pada batas-batas moralitas dan etika sosial juga. Batas-batas demikian berlaku kepada dan bagi siapa pun. Di negara yang dipimpin Makabisa Macamitu, mengenai moralitas dan etika sosial selalu jadi tolak ukur.  Intinya, melakukan tindak-tindak curang sekecil apa pun tidak dibolehkan hukum. Larangan ini meliputi siapa saja dan dalam beraktivitas apa saja, termasuk bagi pedagang asong sekali pun.</p>
<p>Alkisah, siang menjelang sore itu naiklah seorang padagang asong ke sebuah bus kota. Bus ini adalah bus yang kesekian ia naiki. Maklum, sejak pagi ia telah naik turun bus kota dengan membawa komoditas dagangan berupa ballpoin yang dibawa dari Ibukota Negara RI.</p>
<p>Padagang asong tersebut sesungguhnya sudah punya banyak pengalaman. Ia bahkan sudah biasa mengasong dagangannya di atas bus kota di sepanjang jalan Kota Pahamilah. Seperti biasa, ia melakukan presentasi sejenak mengenalkan produk komoditas dagangannya. Selepas itu, ia bagi-bagikan ballpoin ke penumpang bus. Pokoknya, bagi bagikan dulu barang dagangan bayar beberapa saat kemudian.</p>
<p>Saat itu, antara barang dagangan dengan penumpang lebih banyak jumlah penumpang. Pembagian ballpoin pun jadi tak merata. Tatkala pengasong menarik barang dagangan atau mengambil uang dari yang minat beli, tepat di deret bangku tengah si pengasong ngotot. Pasalnya, salah seorang penumpang di situ tak mengembalikan ballpoin, juga enggan membayar.</p>
<p>“Apa-apaan anda! Ini ‘kan milik saya yang saya bawa dari rumah. Masak anda minta?” kata penumpang tak mau kalah.</p>
<p>“Hei, bung! Tadi itu saya bagi-bagikan seperti biasa supaya dilihat-lihat dulu. Kalau berminat beli, silakan bayar,” rutuk si pengasong.</p>
<p>“Tapi ini milik saya. Ini ballpoin bukan barang anda,” bantah lelaki paruh baya itu.</p>
<p>“Ah, ada-ada saja. Lihatlah merek dan kualitasnya. Pasti sama dengan yang saya bagi-bagikan,” si padagang mencoba meyakinkan dengan menunjukkan beberapa ballpoin.</p>
<p>“Betul sekali, bung. Merek dan kualitasnya memang sama. Tapi ini saya beli di Jakarta lho, seminggu lalu. Ini barang bukan barang anda…,” sang penumpang berusaha menjelaskan.</p>
<p>“Oh tidak! Ballpoin ini tadi saya bagikan. Tolong berikan ke saya. Kalau situ tak punya duit bilang saja, tapi jangan gitu caranya…,” rutuk si pengasong.</p>
<p>“Eh, bung. Bukan soal duit, ini soal hak milik.”</p>
<p>“Kalau situ tak mau mengembalikan ke saya, sudah. Ambil saja buat anda!”</p>
<p>“Hei…! Anda menganggap saya berlaku curang? Kalau begitu, ayo kita buktikan saja di pengadilan, hem?”</p>
<p>Menyaksikan keribuatan tersebut, para penumpang yang umumnya berkewarganegaraan Apa Adilkah ikut jengkel. Terlebih, ketika meluncurnya ucapan ingin membuktikan melalui lembaga hukum. Dan karenanya, secara serta merta beberapa penumpang serentak berdiri.</p>
<p>Di antara penumpang, ada yang langsung mendekati pengemudi bus kota dan meminta agar berhenti di pos polisi terdekat. Beberapa penumpang lain, memegang pengasong dan menangkap orang yang katanya hendak membawa insiden ini ke pengadilan.</p>
<p>***</p>
<p>Proses pemeriksaan kepolisian berlangsung. BAP pun tuntas sudah. Penumpang bus yang merasa dicemarkan nama baiknya di muka umum tegas-tegas meminta agar kasus ini dibawa segara ke meja peradilan. Sedang sebuah ballpoin yang diperkarakan disita sementara sebagai bahan bukti.</p>
<p>Lain hal dengan si pedagang asong. Ia jadi kalang-kabut. Dalam bayangan dia yang muncul, bila sudah berurusan dengan pengadilan bisa saja menghabiskan warisan sawah di kampung. Maka itu, berulangkali ia mohon kebijaksanaan kepolisian. Bahkan pedagang asong ini mengaku siap membayar dengan sejumlah materi yang dipunyai, asalkan inseden ini tak berlanjut ke meja hijau.</p>
<p>“Anda akan menyuap kami, hem? Ketahuilah, di Negara Apa Adilkah polisi tidak punya kewenangan mengabulkan permintaan anda. Hakim di pengadilan yang punya hak tersebut,” kata Kapolres Metro Pahamilah Dulu, AKBP Ogasalah.</p>
<p>Kapolres ini menjelaskan pula, kalau tugas kepolisian di Negara Apa Adilkah hanya memproses perkara. Sementara yang akan mengambil kebijakan secara hukum adalah pengadilan.</p>
<p>“Apakah karena saya ini orang asing?” tanya si pengasong sekaligus berniat akan mencoba bermain kata.</p>
<p>“Bukan itu masalahnya. Bangsa mana pun akan kami perlakukan sama,” kata Ogasalah. Kemudian ia memerintah anak buahnya agar si pengasong dimasukkan sementara ke ruang tahanan.</p>
<p>Menunggu waktu persidangan digelar, si pengasong asal Negara RI itu berada di tahanan polisi. Ia merasa memang berada dalam penjagaan ketat. Meskipun begitu yang dirasakannya sama sekali tidak dutemukan adanya kekerasan dan intimidasi.</p>
<p>Pengasong itu bahkan merasa-rasakan, di tahanan ini dirinya sangat dimanusiakan. Sekalipun berada dalam ruang tahanannya, sempat juga ia rasakan di tahanan ini jauh lebih mewah dibanding dengan rumah kontrakan yang pernah ditinggalinya dulu,  ketika masih tinggal di sebuah gang dan mengasong di Ibukota RI.</p>
<p>Sang pengasong lantas mengingat-ingat mengapa harus hijrah dan  sampai ke Negara Apa Adilkah. Tak lain, karena di Ibukota Negara RI sudah terbit peraturan daerah yang menjadi alat untuk menangkap pedagang asong seperti dirinya. Ia takut. Ya, takut&#8230;, kalau akibat beraktivitas asongan lantas masuk bui.</p>
<p>Kota Pahamilah, akhirnya menjadi pilihan. Apa lagi masuk negera ini tanpa paspor juga tanpa visa. Hal yang lebih mendorongnya, karena pada sektor usaha inilah ia dapat mepertahankan hak-hak hidupnya.</p>
<p>Terbesit sedikit rasa sesal, mengapa dirinya terseret ke meja hijau juga.</p>
<p>Mengasong di Kota Pahamilah, awalnya, ia pikir akan menjauhkan dirinya dari tuntutan hukum. Namun, mengapa  di negaranya Makabisa Macamitu  ini tuntutan hukum justru mendera?</p>
<p>***</p>
<p>Pada saat yang ditentukan, proses peradilan pun berlangsung. Persidangan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kota Pahamilah Dulu. Sedikit beruntung rasanya, karena seorang pengacara yang dibiayai negara itu mendampingi persidangan. Hak-hak pembelaan hukum atasnya pun turut ia rasakan.</p>
<p>Dalam proses persidangannya, dipimpin Hakim Ketua Jauhidosa Magister Hukum. Infonya, hakim ketua ini adalah tamatan salah satu perguruan tinggi ternama di Jognyakata. Dalam tuntutan jaksa, si pengasong ini dituduh melanggar etika sosial. Dan, kepadanya dikenakan pasal-pasal menyangkut moralitas. Inti tuntutan jaksa, si pedagang asong telah mencemarkan nama baik seseorang di depan umum.</p>
<p>Dalam kasus tersebut, bila secara hukum terbukti, jika warga dalam negeri akan dikenai sanksi yang memalukan sehingga sulit berkeliaran bebas. Apabila ia non warga Negara Apa Adilkah, sanksinya dikembalikan ke negara asal orang tersebut, dengan disertakan larangan tetap untuk tidak lagi hadir ke wilayah Negara Apa Adilkah meskipun dunia sudah kiamat kelak.</p>
<p>Pengacara yang bertindak melakukan pembelaan hukum bagi  si pengasong asal RI itu terlihat sungguh-sungguh melaksanakan tugas. Akan tetapi, apa hendak dikata; Pengacara tersebut kalah karena hasil forensik kepolisian menguatkan pihak penggugat.</p>
<p>Hasil forensik yang dibawa sebagai bukti di persidangan menunjukkan bahwa ballpoin yang diperkarakan adalah benar milik si penggugat. Menurut penasihat hukum penggugat, kliennya pernah memakai ballpoin miliknya untuk mengaduk secangkir kopi.</p>
<p>“Klien kami baru dapat kerja di Kota Pahamilah ini. Ia kos sendirian dan keluarganya ditinggal di kampungnya sana. Pagi itu klien kami membuat secangkir kopi. Rupanya, kien kami ini tak membawa sebuah sendok pun. Maka ballpoin itulah yang dipakai mengaduknya,” terang penasihat hukum penggugat.</p>
<p>Nyatanya, hasil forensik menunjukkan kebenaran. Berati si pengasong dianggap bersalah karena telah bertindak ceroboh hingga mencemarkan nama baik orang lain di muka umum.</p>
<p>Hakim Ketua Jauhidosa Magister Hukum akhirnya membacakan putusan. Si penggugat direhabilitasi nama baiknya secara hukum. Sementara terdakwa divonis bersalah dan diberi sanksi sesuai tuntutan jaksa. Artinya, si pedagang asong tersebut harus dideportasi dan diberi larangan tetap untuk tidak lagi hadir di Negara Apa Adilkah sampai kapan pun.</p>
<p>Menyangkut perkara pendeportasian tersebut, Presiden Makabisa Macamitu berupaya agar dunia tidak mengecam negaranya. Dengan gagah ia terus menyiarkan kalau hukum di negaranya berjalan efektif dan tidak mengada-ada.</p>
<p>“Negara kami bukan Negara janji muluk-muluk. Kami lebih konsen menegakkan dua aspek kehidupan yang punya nilai universal. Kedua aspek tersebut nyatanya ampuh menenteramkan rakyat kami. Kedua aspek tersebut sekaligus kami jadikan alat dalam pergaulan dunia. Dan kedua aspek itulah yang mendasari hukum serta Tatanegara Apa Adilkah. Kedua aspek itu adalah Iman dan Moral.”</p>
<p>Begitulah yang terus didengungkan Makabisa Macamitu melalui berbagai media. Dengungan-dengungannya jelas-jelas ditujukan kepada sejumlah negara di dunia, dan secara khusus ditujukan untuk pemimpin serta seluruh warganegara RI.</p>
<p>Beberapa kepala Negara di dunia memang sempat menganggap kalau pendeportasian warga Negara RI itu terlalu mengada-ada. Di antaranya ada yang menilai kalau alasan hukum Makabisa Macamitu tidak logis. Di antaranya lagi malah ada yang mengatakan kalau kebijakan Negara Apadilkah itu hanya merupakan sindiran atas bangun solidaritas global selama ini. Oleh karenanya, sejumlah kepala negara pun ramai-ramai mengecam.</p>
<p>Para petinggi Negara RI sempat juga menilai, ramainya kecaman tersebut memiliki makna strategis dalam penggalangan kekuatan daya tawar negeri ini baik pada tingkat regional maupun internasional. Bukankah Negara RI sebuah negara besar yang patut dihormati dunia? Ya, sejatinya demikian. Hanya, setelah diketahui yang dideportasi kelas asongan, hampir seluruh jajaran petinggi negeri ini pun diam.</p>
<p>Ya, diam! Bahkan di seantero negeri nyaris tak ada yang berani berbisik sekalipun. Senyap. Senyap sekali. Hampir-hampir lebih senyap dibanding ketika seseorang tengah berada di pemakaman. Keadan begini berlangsung beberapa saat lamanya. Mungkin, pada kalbu sebagian besar warga Negara RI digerayangi rasa malu yang sangat.</p>
<p>Sementara itu, sebagian warga lainnya ada juga yang harap-harap cemas. Mareka hanya ingin tahu tindakan yang akan dilakukan pemimpin negera ini terhadap tindakan dan pernyataan Presiden Makabisa Macamitu.</p>
<p>Setidaknya, sebagian warga tersebut tengah ikut merasakan bahwa kebijakan Negara Apa Adilkah terkait pendeportasian itu adalah kebijakan yang menyangkut dua opsi;  yakni membuat malu atau <em>malu-maluin</em>. Karenanya, Pemerintah Negara RI diharapkan agar menyikapi perkara tersebut dengan serius.</p>
<p>Harap-harap cemas sebagian warga Negara RI terus berlangsung sampai dengan waktu sulit ditentukan. Pemerintah pun belum-belum juga melakukan penyikapan secara resmi menyangkut pendeportasian itu. Hanya desah-desah kalbu mereka yang terus mendesis; Apa lantaran hukum di Negara Apa Adilkah telah tegak dan menjadi semacam tananan iman dan moral? Sementara hukum di negeranya si pengasong masih saja berada dalam kutat pertanyaan <em>adil apakah…?</em></p>
<p>***</p>
<p style="text-align:right;">Cerpen ini saya tulis 12 Desember 2005, ketika perda menyangkut larangan berjualan asong di jalan-jalan di Jakarta belum lahir. Dan cerpen ini pernah dimuat di sebuah koran lokal terbitan Karawang. Beberapa teman meminta agar cerpen bertajuk “Negara Apa Adilkah” ini dimuat di blog saya. Lantas saya berusaha memenuhi dengan tetap melihat dinamika sosial yang terjadi. Cerpen ini pun saya revisi. Setelah itu barulah saya turunkan. Selamat membaca dan semoga berhikmah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asyarokahean.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asyarokahean.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asyarokahean.wordpress.com&amp;blog=1738715&amp;post=95&amp;subd=asyarokahean&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asyarokahean.wordpress.com/2009/02/14/negara-apa-adilkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a08b52033c598959412fc593b2a08c34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyarokahean</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
