BERSEPEDA KELILING DUNIA (Seri Obsesi)

COVER BUKU

COVER BUKU

DAFTAR ISI
SAMBUTAN ANGGOTA DPRD
PENGANTAR PENULIS

1. TANGIS BAYI DI KOTA SERANG
2. KELAS ENAM GEAL-GEOL
3. MENJIWAI KEPRAMUKAAN


4. BUKAN SEKADAR BERTEORI
5. DISANGKA SENSASI MURAHAN
6. CARI TAHU SOAL LUAR NEGERI
7. MEMATANGKAN PERSIAPAN
8. DUKUNGAN LAIN DIPEROLEH JUGA
9. DETIK-DETIK PELEPASAN DAN RUTE PERJALANAN
FOTO KENANGAN
TEBAK SANDI
SEKILAS TENTANG GERAKAN PRAMUKA

TENTANG PENULIS

SAMBUTAN ANGGOTA DPRD
KABUPATEN SERANG

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Pada saat krisis idola yang melanda kalangan generasi muda kini, sulit untuk menampilkan kembali sosok yang dapat menjadi control of vew di ruang idol yang lengang. Kehadiran buku ini menjadi alternatif bijak yang harus disyukuri.

Betapa tidak. Buku berjudul “Pramuka Indonesia Asal Banten Fauna Sukma Prayoga: BERSEPEDA KELILING DUNIA” ini dapat mengisi kelengangan ruang idol tersebut. Lain itu, buku ini juga setidaknya dapat menjadi inspirasi bagi kaum muda serta mereka yang concern terhadap masa depan kaum muda.

Fauna Sukma Prayoga yang saya kenal lewat media cetak awal 1990-an, adalah simbul anak muda yang powerfull untuk mengeksplorasi kemampuan pribadinya. Ia acapkali memilih aktivitas positif yang uji nyali habis dan hasil perjalannya pernah ditayangkan pada acara Rekor Nekad TV-7 beberapa tahun lalu. Sampai saat ini, belum ditemukan anak muda yang sanggup memcahkan rekornya.

HafazhahRekor Fauna Sukma dengan kesuksesan keliling dunia berkendara sepada, telah membuat dirinya pernah menginjakkan kaki di 5 (lima) benua. Dia adalah satu-satu pengelana dunia yang berhasil masuk dan meilhat bagian dalam Ka’bah al Mukarramah di tanah suci. Dan dia bahkan satu-satunya pengeliling dunia yang memboyong atau memperoleh berbagai macam penghargaan dari berbagai Kedutaan Besar RI di dunia. Di daerah asalnya, dia pun menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Serang tahun 2001.

Sebagai salah satu bagian dari stakeholder Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Serang, saya merasa bersalah sekali kalau tidak memberikan apresiasi tinggi pada apa yang telah dilakukan Fauna Sukma. Dan saya sangat yakin, sebenarnya seorang Fauna Sukma tidaklah berharap apa pun dari daerah asalnya, bahkan Indonesia.

Serial perjalanan Fauna Sukma berkeliling dunia itu agaknya menjadi layak dibukukan. Dan buku ini yang ditulis Drs Asyaro G Kahean secara berseri ini, layak jua kiranya menjadi bacaan siswa-siswi mulai SD hinga SLTA di Indonesia, khusunya Provinsi Banten.

Sisi lain, perpustakaan-perpustakaan di berbagai sekolah pun menjadi layak pula manakala menjadikan buku serial perjalanan Fauna Sukma sebagai koleksi di perpustakaan. Dengan demikian, tentu akan ternilai bahwa kita turut memberikan apresiasi atas prestasi anak bangsa model Fauna Sukma. Harapan saya, ke depan akan lahir explorer’s lain dari negeri ini, khususnya dari tanah Banten yang kita cintai.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Serang, 24 Novenber 2007

Sekretaris Komisi B
DPRD Kebupaten Serang,

ttd

Dra. E. Hafazhah, M.Si.

PENGANTAR PENULIS

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Salah satu yang membedakan Fauna Sukma Prayoga dengan kebanyakan orang adalah semangat tinggi dan kemauannya yang keras. Meski demikian, ia memiliki prinsip untuk tidak merugikan orang lain. Oleh karenanya, yang selalu diperbuat dia berusaha mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.

Tak semua orang harus sama, memang. Namun banyak juga di antara kita yang mencoba agar disamakan dengan yang lain. Sepanjang kepentingannya sama, dalam kehidupan sosial, mungkin bisa saja dilakukan upaya-upaya persamaan pandangan dalam rangka kerjasama yang dapat menghasilkan suatu keinginan.

Upaya seperti itu boleh dibilang sebagai suatu bentuk yang sifatnya mengurangi terjadinya jarak sosial antar individu, sehingga melahirkam peraturan yang dapat dijalankan secara bersama-sama. Terhadap kreasi semacam ini, Fauna mau berlatih dan kemudian ikut menyelami.

Fauna yang lahir di Serang (Banten) pada 20 Juni 1963, meski tergolong orang yang memiliki semangat tinggi dan kemauan keras, namun menyadari arti penting kehidupan sosial di sekitarnya. Prinsip yang tertanam semenjak dini di dirinya, dalam mengatasi suatu permasalahan sosial yang terkait pada dirinya, ia tetap berpikir panjang meskipun yang harus dilakukan merupakan tindakan sangat praktis.

Misalnya, ketika ia baru kelas tiga sekolah dasar kesulitan uang jajan. Ia mencari jalan keluar dengan cara berjualan es mambo dan es kue lapis. Setahun kemudian, ia bahkan mau membantu di bengkel sepeda milik Pak Memed.

Dari tindakan praktisnya itu, lantas kekurangan uang jajan tertutupi. Hingga dirinya dewasa, Fauna tergolong orang yang sangat jarang meminta uang kepada kedua orang tuanya. Bahkan, ia selalu berusaha menabung karena ternyata dirinya mempunyai keinginan atau cita-cita yang tergolong spektakuler.

Keinginan pertamanya punya sepeda sendiri. Sedang keinginan selanjutnya, keliling dunia dengan mengendarai sepeda. Hal itu, tentu saja tidak akan tercapai dengan sukses, andai Fauna tidak memiliki semangat tinggi serta kemauan yang keras!

Buku ini menceritakan kisah nyata dalam kehidupan Fauna yang berhasil membuat rekor keliling dunia dengan sepeda. Puluhan negara di lima benua telah dilaluinya dengan mengayuh sepeda, dalam kurun waktu lima tahun (1985-1990).
Keberanian anak bangsa yang juga anggota Gerakan Pramuka ini, agaknya perlu memperoleh apresiasi tersendiri. Antara lain melalui penulisan kisah perjalanan Fauna yang begitu berani melewati batas-batas negara di permukaan bumi. Padahal, yang harus dilalui bukanlah hanya negara-negara aman tetapi juga negara yang sedang dilanda komplik .

Disebabkan panjangnya cerita, setelah penulis berdiskusi intensif dengan sang tokoh pengelana itu, maka cerita petualangan berkeliling dunia ini ditulis secara berseri. Hal ini dimaksudkan agar informasi maupun ilmu pengetahuan yang terkandung dalam cerita dapat dipaparkan lebih luas dan terperinci.

Dalam serPicture 119ai pertama ini, cerita lebih difokuskan di daerah asal Fauna dan masa-masa persiapan dia untuk keliling dunia dengan sepeda. Cerita ini, semoga mampu memotivasi pambaca, khususnya generasi muda bangsa, agar tumbuh keberanian dan mau berkreasi serta kerja keras dalam upaya mengharumkan nama baik daerah, nusa, dan bangsa.

Kepada Penerbit MKS yang peduli dengan memperbanyak dan mengedarkan buku ini, penulis ucapkan terima kasih. Dan bagi siapa saja yang membacanya, diharapkan kritik serta saran demi perbaikan ke depan.
Terima kasih. Selamat membaca.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Serang, 19 Juli 2007

Asyaro G Kahean

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.