Semedi di Atas Pusara

by Asyaro G Kahean

Dudukku Bersila
Tangan ini bersedekap
Tepat di atas pusara panjang
Sepanjang awal dengung Nusantara

Mataku terpejam
Mulut ini terkatupkan
Tepat di atas guliran zaman
Sepanjang zaman penjajahan berabad

Nafasku berdesis
Telinga ini berserapkan
Tepat di kala teriak menyenjang
Sepanjang senjang rakyat bersurat

Jantungku berdetak
Darah ini berdesir
Tepat di alur roda sejarah
Sepanjang sejarah bangsa tertitah

Pikiranku berkonsentrasi
Duburku berterasi
Tepat di antara kerukuk perut
Sepanjang perut bumi pertiwi

Tergeragap aku dari semedi
Area pusara t’lah bergedung tinggi
Di bawah kolong jembatan peluh berhanyutan
Bersamanya butir-butir air mata keruh
Pusara semediku…
Terkepung pusaran nafsu dan nafsu

Oh…!
Saktinya bersila
Tajamnya terpejam
Beratnya berdesis
Kerasnya berdetak
Fokusnya berkonsentrasi
Baru kurasa pada pusaran pusara dalam semedi
Peluh dan air mata tak jua jadi mutiara
Ajak sajalah aku pada kebenaran merdeka

Jakarta, 17 Juli 2009

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.