Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 4.1)

4. TAK SEKADAR BERTEORI (1)

FAUNA MELANJUTKAN pendidikan ke SMA Negeri I Serang. Di lembaga pendidikan negeri ini, gejolak jiwa kepetualangannya makin menggelora. Untunglah jika kesadaran dirinya lebih kuat, sehingga kemauan untuk belajar di kelas dapat terlaksana dengan baik.cover fauna fb

Sekurang-kurangnya, hal yang membikin jiwa kepetualangan Fauna begitu menggelora disebabkan bahwa secara diam-diam ia telah menjatuhkan pilihan! Ya, pilihan. Pilihan itu untuk menguatkan obsesi bahwa ia ingin berkeliling dunia dengan kendaraan sepeda. Ya, sepeda!

Sepeda, salah satu alat transportasi yang super hemat lagi menyehatkan. Begitu pandangan awal Fauna. Mengendarai sepeda, yang paling dibutuhkan adalah kemahiran dan tenaga.

Continue reading

Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 3.2)

3
Menjiwai Kepramukaan (2)

Salah satu kegiatan yang dipandang Fauna akan dapat membantu demi terwujudnya impian itu adalah kepramukaan. Kegiatan ekstra kurikuler terkait sekolah ini, ia rasa-rasakan begitu dekat dengan kehidupan sosial generasi muda, kebangsaan, cinta alam, keberanian demi kebenaran, termasuk tentang kepetualangan di alam lepas. cover-alt-copy1

Disebabkan pandangan demikian, akhirnya Fauna tidak ingin absen dalam kegiatan pramuka.

Masa-masa di Tingkat Siaga dan Penggalang pada Pramuka di Gugus Depan 02/07 yang bermarkas di sekolahnya, Fauna belumlah terlalu menghayati makna yang terkandung dalam kepramukaan. Meski begitu, semenjak mengenal kepramukaan enam atau tujuh tahun silam (saat SD), jiwa kemandirian Fauna telah tumbuh dalam kehidupannya sehari-hari.

Continue reading

Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 3.1)

3
MENJIWAI KEPRAMUKAAN (1)

TAMAT SEKOLAH dasar Fauna melanjutkan pendidikan di lingkungan lembaga yang sama; SMP Mardi Yuana, yaitu sekolah favorit dan dikenal sebagai sekolahan anak pejabat.

Bedanya, Fauna tak jalan kaki lagi. Pergi dan pulang sekolah ia sudah menggunakan sepeda. Lancar ? Tentu saja. Adalah sepeda yang diperoleh Fauna dari keringat sendiri. Sepeda yang dibeli karena ia rajin menabung, bukan diperoleh dari merengek-rengek manja.cover-alt-copy1

Setidaknya, dengan bersepeda itu Fauna lebih mampu membuang rasa rendah dirinya. Keinginannya punya sepeda, terpenuhi sudah. Hebatnya, sepeda diperoleh dia bukan dari hasil rengekan atau memaksa orang tua melainkan dari keringat dan uang tabungan sendiri. Kerja keras dia selama ini telah tampak hasilnya di hadapan keluarga, tetangga, maupun teman-teman.

Continue reading

Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 2.2)

2
Kelas Enam Geal-Geol (2)

Ibu dan beberapa kakak Fauna bahkan turut menyaksikan uang yang dikumpulkan Fauna sedikit demi sedikit itu. Kepada ayah dan ibu ia ceritakan keinginan punya sepeda. Dan hitung punya hitung, hasil tabungan itu rasanya cukup untuk membeli sebuah sepeda.cover-alt-copy1

Maka dengan didampingi sang ibu, Fauna berangkat ke Pasar Taman Sari Serang untuk membeli sepeda yang disukainya. Fauna tak kecewa meski uangnya tidak cukup untuk beli sepeda baru model terbaru. Bahkan, untuk dibelikan sepeda mini second (bekas pakai) saja masih harus ditambahin sedikit lagi oleh sang ibu.

Continue reading

Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 2.1)

2
KELAS ENAM GEAL-GEOL (1)

SELAIN BELAJAR di sekolah SD Mardi Yuana dan mengaji di Madrasah, Fauna menjadi aktif di kepramukaan yang ada di sekolahannya. Ia merasakan bahwa kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang mendorong dirinya untuk lebih berani menghadapi berbagai tantangan kehidupan. cover-alt-copy1

Selain itu, melalui kepramukaan serasa ia temukan kecocokan untuk memupuk prestasi di sekolah serta mendorong tercapainya keinginan untuk berpetualang keliling dunia yang telah menjadi obsesinya.

Kian waktu, Fauna merasakan bahwa kegiatan pramuka merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan rasa percaya diri. Kemudian dengan kegiatan kepanduan ini, rasa kemandirian terlatih jua.

Continue reading

Bersepeda Keliling Dunia (Seri OBSESI: 1.2)

1

TANGIS BAYI DI KOTA SERANG (2)

SD Mardi Yuana Serang merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Serang. Jarak tempuh dari rumah Fauna ke sekolah ini, untungnya, tidak terlalu jauh.cover-alt-copy1

Hanya kira-kira 2 kilometer saja. Hanya saja, siswa-siswi yang bersekolah di situ kebanyakan dari kalangan keluarga berekonomi menengah ke atas. Penerapan disiplin di sekolah itu tergolong ketat, murid-murid tidak boleh terlambat masuk kelas.

Tak heran kalau murid-murid sekolah Mardi Yuana banyak sekali yang diantar jemput dengan kendaraan roda empat. Sedangkan Fauna, salah seorang murid di sekolah tersebut, bukanlah dari kalangan keluarga kaya. Ia hanya berjalan kaki selama menempuh pendidikan dasar di sekolah itu.

Continue reading

Bersepeda Keliling Dunia (Seri Obsesi:1/1)

1
TANGIS BAYI DI KOTA SERANG (1)

cover-alt-copy1PADA TANGGAL 20 Juni 1963, tangis seorang bayi laki-laki yang baru lahir itu membahana. Adalah tangis yang seakan mengabarkan betapa berat tantangan hidup dunia. Hanya saja, kelahiran anak manusia atau makhluk apapun merupakan kehendak Yang Maha Kuasa.

Seorang anak laki-laki yang lahir dari rahim seorang ibu bernama Ma’azah Sumadirdja tersebut adalah putera yang keenam. Kemudian bayi itu diberi nama Fauna Sukma Prayoga.

Continue reading

BERSEPEDA KELILING DUNIA (Seri Obsesi)

COVER BUKU

COVER BUKU

DAFTAR ISI
SAMBUTAN ANGGOTA DPRD
PENGANTAR PENULIS

1. TANGIS BAYI DI KOTA SERANG
2. KELAS ENAM GEAL-GEOL
3. MENJIWAI KEPRAMUKAAN

Continue reading

Semedi di Atas Pusara

by Asyaro G Kahean

Dudukku Bersila
Tangan ini bersedekap
Tepat di atas pusara panjang
Sepanjang awal dengung Nusantara

Continue reading

Negara Apa Adilkah

Cerpen Asyaro G Kahean

Dunia geger. Miliaran jiwa warga negara di dunia terhenyak, kaget! Di antara mereka, banyak yang tak habis pikir. Peristiwa pokoknya mungkin biasa. Namun, karena kuatnya deraan rasa solidaritas global, sepertinya mereka tak terima atas pendeportasian seorang warga Negara RI dari Negara Apa Adilkah.

Hal yang membuat warga dunia bak senewen, karena pendeportasian itu diiringi pernyataan Presiden Negara Apa Adilkah, Makabisa Macamitu. Pernyataannya, dengan adanya kebebasan warga negara lain masuk ke Negara Apa Adilkah, bukan berarti seseorang diperkenankan mengganggu hak-hak paling dasar orang lain. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.